Jakarta, mediaperkebunan.id – Pekan lalu mungkin layak disebut pekan kegelapan bagi perdagangan crude palm oil (CPO) di bulan Desember karena harga minyak sawit mentah terjun bebas dari level Rp 16.000 per kilogram (Kg) hingga ke level Rp 15.500-an per Kg.
Siklus negatif tersebut tentu saja berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), salah satu anak usaha Holding PTPN selama 6 hari kerja pada pekan lalu
Memasuki pekan ini, harga CPO memang masih di level Rp 15.000-an per Kg, tetapi dari informasi yang diperoleh Media Perkebunan, hasil tender PT KPBN untuk periode Senin, 16 Desember 2024, justru menunjukan ada perbaikan.
Terlihat bahwa untuk Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau, harga CPO naik Rp 36 sehingga menguat dari semula Rp 15.553 menjadi Rp 15.589 per Kg. Di Pelabuhan Talang Duku, Provinsi Jambi, harga CPO bahkan naik sebanyak Rp 71 per Kg.
Setelah sempat babak belur akibat tekanan harga CPO, mungkin untuk awal pekan ini harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani sawit layak mengalami kenaikan saat ditransaksikan di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS).
Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg 16 Desember 2024 di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Senin (16/12/2024) :
- Dumai : Rp 15.589 – EUP (sebelumnya Rp 15.553 – PAA, naik Rp 36)
- SAN Dumai : Rp 15.589 – EUP (sebelumnya Rp 15.553 – PAA, naik Rp 36)
- Teluk Bayur : Tiada kabar (sebelumnya Rp 15.423 – WNI)
- Talang Duku : Rp 15.424 – Priscolin (sebelumnya Rp 15.353 – PHPO, naik Rp 71)
- Kaltim (fob): Rp 14.589 – EUP
- Kalsel (fob) : Rp 14.589 – EUP
- Kwala Sawit (loco) : Rp 9.750 – MPR/BTS/SDS/Nint (sebelumnya Rp 15.344 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 – MPR/BTI/Nint/Sam)
- Lampung (Loco) : Tiada kabar (sebelumnya Rp 15.423 – WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 – AMJP)

