Jakarta, mediaperkebunan.id – Para petani kelapa dalam di tingkat basis yang ada di berbagai daerah di Indonesia sedang disiapkan dengan matang agar mampu membangun badan usaha yang memiliki kemampuan dalam menciptakan pabrik pengolahan skala mini.
“Jadi, nanti petani kelapa melalui kelompok tani (Poktan) atau hubungan kelompok tani (Gapoktan) diharapkan mampu membangun pabrik atau industri pengolahan yang siap memproduksi barang setengah jadi berbasis kelapa,” kata kata Lulu Paputungan kepada Mediaperkebunan.id melalui handphone, Kamis 14/8/2025).
Lulu Paputungan saat ini diketahui menduduki posisi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI).
Lulu Paputungan bilang program APKI tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sesuai mengikuti sebuah acara di kantor Kementerian Pertanian (Kementan).
Lulu Paputungan menjelaskan, barang atau produk setengah jadi yang dihasilkan dari badan usaha milik para petani kelapa ini harus sesuaikan dengan standar yang ada, serta nantinya akan dibeli atau diserap oleh Koperasi Nyiur Nusantara milik APKI.
Dari proses tersebut, Lulu Paputungan bilang produk setengah jadi tersebut bakal diserap oleh kalangan industri kelapa yang membutuhkan pasokan untuk memperkuat basis produksi masing-masing.
“Begitu rencananya, Pak, dan ini sudah kami sampaikan ke Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sesuai pertemuan di kantor Kementerian Pertanian,” beber Lulu Paputungan lagi.
“Rencana tersebut mudah-mudahan bisa berjalan. Apalagi APKI sendiri sudah ada MoU dengan Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia atau HIPKI beberapa waktu yang lalu,” ungkap Lulu Paputungan.
“Salah satu yang dikerjasamakan antara APKI dan HIPKI dalam MoU itu, ya, terkait dengan pembangunan rantai pasok kelapa dari kalangan petani melalui APKI ke industri,” sambung Lulu Paputungan.
Dia bilang, skema di antara kedua belah pihak tersebut diharapkan bisa diwujudkan dan disesuaikan dengan kondisi perkebunan di tingkat lokal.
Jadi, kata dia, produk setengah jadi berbasis kelapa yang dimaksud disesuaikan dengan kondisi lokal, termasuk dengan jenis kelapa yang paling banyak di perkebunan kelapa setempat serta kebutuhan industri kelapa itu sendiri.
“Produk setengah jadi yang saya maksud tadi ya tergantung kebutuhan lokal. Pabrik kelapa di satu daerah biasanya memproduksi apa, nah, badan usaha petani bakal memproduksi produk setengah jadi yang sesuai kebutuhan lalu kita serap dan kemudian kita suplai ke industri tersebut,” tegas Lulu Paputungan selaku Wasekjen DPN APKI.

