Kubu Raya, mediaperkebunan.id – Deputi Karatina Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia, Bambang pada 5th IPOSC yang diselenggarakan POPSI menyatakan salah satu tugasnya untuk menjaga industri kelapa sawit Indonesia adalah perlindungan dari organisasi penganggu tanaman karantina (OPTK) yaitu A1 yang ada di luar negeri tetapi belum ada di Indonesia supaya jangan masuk dan A2 yang ada spesifik di pulau tertentu dan belum menyebar supaya jangan menyebar.
Perlindungan dari OPTK berupa pencegahan penyebaranya pada kelapa sawit. Tindakan 8P termasuk pemeriksaan dengan teknologi identifikasi biomolecular dan pengasingan/pengamatan. OPTK A1 adalah Coconut cadang-cadang cocaadviroid yang ada di Malaysia, Filipina, Srilanka; Candidatus Phytoplasma cocastanzaniae, tersebar di Tanzania, Kenya, Madagaskar, Mozambik; Candidatus Phytoplasma palmae tersebar di Pantai Gading, Kamerun, Tanzania, PNG, Honduras, Meksiko.
OPTK A2 Macrophomina phaseolina di Jawa Barat dan Banten; Olygonicus coffeae di Jawa dan Sumatera; Dana bradleyi di Sumatera; Chrysampalus dyctospermi di Jawa, Papua, Sumatera; Thosea Manoclacha di Sulawesi, Papua, Sumatera, Maluku, Maluku Utara.
Karantina juga menjaga ketersediaan benih berkualitas. Tahun 2025 telah ditolak pemasukan benih sawit tidak sesua ketentuan sebanyak 7 kali volume 3.835 butir) yaitu benih sawit asal Malaysia yang akan dilalulintaskan melalui PLBN Entikong dan PLBN Nunukan.
Badan Karantina Indonesia juga mengeluarkan sertifikasi antar area keluar benih dan bibit sawit yang berasal dari Sumut, Riau, Sumsel, Kalteng, Kaltim dan Jabar. Karantina juga menjamin impor benih dan bunga jantan sawit yang berasal dari Malaysia, Papua Nugini, Costarica dan Tanzania.
Tugas lain adalah memenuhi ketentuan persyaratan ekspor yaitu fitosanitary supaya tidak ada OPT yang terbawa dan tidak ada cemaran kimia maupun biologi. vJadi jangan takut kalau ada pemeriksaan karatina karena tujuannya bukan mempersulit tetapi melindungi dan meningkatkan pasar.
Badan Karantina menerapkan digitalisasi layanan karantina (e-cert) dan dukungan akses pasar ke negara tujuan baru, saat ini akses pasar benih sawit ke Thailand sedang dalam proses audit. Ekspor sawit dan turunannya berupa Palm Kernel Expeller, Umbut Sawit, Palm Kernel Oil, Benih Kelapa Sawit, Sabut Sawit, Cangkang Sawit, Palm Kernel Meal, Bunga Jantan dan lain-lain. Negara tujuan ada 129 negara diantaranya Selandia Baru, China, Vietnam, Belanda, Pakistan, UAE, Filipina, Taiwan, Jerman, Perancis, Inggris dan lain-lain.

