Medan, mediaperkebunan.id – PT ASD Bakrie bakal tampil full energi dan all out dalam acara Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo (IPOSC) ke 5 di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
“Nanti di acara IPOSC ke-5 di Kabupaten Kubu Raya, di booth ASD Bakrie akan kami sediakan sejumlah fasilitas bagi pelaku usaha sawit, termasuk untuk petani, untuk memahami bibit sawit yang benar, bibit sawit yang legal, berkualitas, dan unggul,” kata Budi Nasution selaku Seed Sales & Marketing Head PT. ASD Bakrie.
Kepada Mediaperkebunan.id, Jumat (29/8/2025), Budi Nasution mengungkap fasilitas yang dimaksud adalah kesempatan untuk konsultasi dan hanya jawab seputar bibit sawit berkualitas sampai pelayanan teknis pemesanan bibit produksi ASD Bakrie.
Budi Nasution mengatakan, tampil ASD Bakrie tampil all out di acara IPOSC karena melihat manfaat yang banyak dari acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) dan didukung oleh Media Perkebunan.
Serta didukung pula oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.
Di samping itu, Budi Nasution menyebutkan ASD Bakrie berkomitmen untuk terus meminimalisir penyebaran bibit sawit ilegal dan tidak jelas asal-usulnya.agar para petani dapat menikmati hasil yang maksimal selama puluhan tahun berkebun.
“Melalui IPOSC ke-5, ASD Bakrie juga berupaya lebih dekat dan hadir bagi pekebun sawit, terutama di seluruh wilayah Kalbar,” kata Budi Nasution.
Kata dia, varietas unggul yang dimiliki ASD Bakrie dengan potensi produksi sampai 38 – 40 ton per hektar (Ha) per tahun dan populasi per Ha mulai 143 – 160 tanaman, akan bisa lebih mengoptimalkan hasil dan produksi pekebun sawit.
Selain varietas regular, kata dia lagi, ASD Bakrie juga sudah merilis varietas moderat resisten ganoderma yaitu Spring MR Gano dan Themba MR Gano sebagai bahan tanaman untuk pencegahan terhadap jamur ganoderma yang sangat mempengaruhi produktivitas
kebun.
“Hadirnya ASD Bakrie dalam kegiatan IPOSC 2025 diharapkan memberikan kemudahan bagi pekebun dalam mendapatkan informasi mengenai keberadaan sumber benih sawit yang
resmi,” ucap Budi Nasution.
“Dan memberikan pilihan yang lebih luas bagi pekebun untuk memilih varietas
terbaik dan merupakan wadah diskusi tentang kultur budidaya kelapa sawit yang terbaik bagi pekebun,” tambah Budi Nasution.
Menurut Budi Nasution, pencegahan peredaran benih ilegal dapat dilakukan dengan melakukan pembelian langsung ke ASD Bakrie dengan persyaratan fotokopi KTP, KK, surat lahan, dan surat pernyataan ditanam di kebun sendiri.
Budi Nasution menegaskan bahwa pembelian benih resmi ASD Bakrie hanya bisa dilakukan dengan kontak pemesanan langsung ke tim marketing ASD Bakrie dengan kontak yang tertera resmi di website dan aplikasi ASD Bakrie.
Di samping itu, kata Budi Nasution, untuk kemudahan akses pekebun sawit di wilayah Kalbar, PT. ASD Bakrie juga menjalin kerjasama dengan produsen benih untuk penyediaan bibit siap tanam di Kalbar.
“Antara lain dengan CV Tiga Bintang di Kabupaten Ketapang, CV Amanah Usaha di Kabupaten Sekadau, serta dengan UPK Liaw Ki Tjoi di Kabupaten Sintang,” beber Budi Nasution.
Pihaknya berharap program kemitraan dengan produsen benih akan semakin memudahkan pekebun sawit di wilayah Kalbar untuk menggunakan benih resmi dan meningkatkan produktivitas juga kesejahteraan bagi pekebun sawit Indonesia.

