26 August, 2020

AMBON, Media Perkebunan.id

Perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan bagi keberlangsungan komoditas pertanian termasuk perkebunan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus berupaya mendorong dan memacu jajarannya, untuk lebih sigap dalam upaya melakukan antisipasi perlindungan tanaman pada sektor pertanian maupun perkebunan sehingga ketersediaan komoditas tetap aman terjaga, dan dapat meningkatkan produktivitas serta pengembangan komoditasnya maupun usaha pertanian. Karena tak dapat dipungkiri banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi, salah satunya disebabkan oleh serangan OPT.

Pada musim hujan sering terjadi peningkatan serangan penyakit tanaman hingga banjir yang dapat merusak areal perkebunan. Hal ini merupakan salah satu momok bagi petani kakao di 10 (sepuluh) provinsi yaitu Sulut, Sultra, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Kesepuluh provinsi ini merupakan wilayah kerja Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon yang merupakan UPT Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun 2019, jumlah curah hujan rata-rata di 10 provinsi tersebut mencapai 1.870,63 mm yang termasuk dalam kategori curah hujan sangat tinggi (> 500 mm), sedangkan kelembapan rata-rata dan suhu rata-rata mencapai 82,05% dan 27,200C.

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat rentan terhadap perubahan iklim khususnya curah hujan dan kelembapan. Pertumbuhan dan penyebaran jamur akan semakin cepat saat berada di lingkungan dengan curah hujan dan kelembapan tinggi.

Beberapa jenis OPT seperti busuk buah, kanker batang seringkali meningkat serangannya di musim hujan. Busuk buah kakao dan kanker batang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora, sedangkan VSD (Vascular Streak Dieback) disebabkan oleh jamur Ceratobasidium theobromae (Syn. Oncobasidium theobromae.) lebih mudah tersebar di daerah beriklim basah dengan curah hujan yang tersebar merata sepanjang tahun daripada di daerah beriklim kering.

Dilain pihak serangan hama pada tanaman kakao cenderung meningkat saat memasuki musim kemarau, hal ini tentu sangat berbeda dengan pola serangan penyakit. Serangan hama yang pada tanaman kakao yang sering ditemui adalah penggerek buah kakao/ PBK (Conopomorpha cramerella) dan penghisap buah kakao (Helopeltis sp.).

(Visited 30 times, 1 visits today)