Jakarta, mediaperkebunan.id – Merosotnya harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), baik di pasar domestik maupun global, tampaknya memengaruhi penetapan harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbahan kelapa sawit pada bulan Mei 2025.
Ini bisa dilihat pada penetapan HIP BBN biodiesel untuk periode Mei 2025 ini yang tentu saja merujuk pada perkembangan rata-rata harga CPO dari proses tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau tender PTP.
“Terutama dari proses tender PTP periode 25 Maret sampai 24 April 2025,” ucap Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, seperti dikutip mediaperkebunan.id, Selasa (6/5/2025).
Dari periode tender tersebut, Eniya Listiani Dewi mengatakan rata-rata harga CPO yang diperoleh dari proses tender PTP tersebut adalah Rp 14.371 per kilogram (Kg), atau mengalami penurunan sebanyak Rp 659 dari rata-rata harga CPO periode sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp 15.030 per Kg.
Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penetapan HIP BBN biodiesel ini sesuai ketentuan pasal 18 ayat (3) dari peraturan presiden (Perpres) nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan.
Di samping itu, Eniya Listiani Dewi bilang, perhitungan harga biodiesel berdasarkan ketentuan Diktum ke satu Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang HIP BBN Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Minyak Solar.
Selanjutnya, dirinya menegaskan penetapan HIP BBN biodiesel akan ditambahkan dengan ongkos angkut yang besarannya diatur berdasarkan ketentuan lampiran I Kepmen ESDM nomor 153.K/EK.05/DJE/2024.
Berikut HIP BBN jenis biodiesel per liter periode Mei 2025:
Biodiesel : Rp 13.742 per liter (sebelumnya Rp 14.290, turun Rp 548)
Rata-rata CPO KPBN : Rp 14.371 (sebelumnya Rp 15.030, turun Rp 659)
Biaya konversi CPO ke Biodiesel : USD 85 per metrik ton

