Jakarta, mediaperkebunan.id – Harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol yang berbahan baku molases atau tetes tebu mengalami penurunan dalam jumlah yang besar untuk periode Juli 2025 ini.
Hal tersebut, seperti informasi yang berhasil dihimpun oleh mediaperkebunan.id, Senin (7/7/2025), bisa diketahui dari pernyataan resmi pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dari situ bisa diketahui bahwa penurunan HIP BBN bioetanol periode Juli 2025 ini terjadi karena di saat yang sama terjadi penurunan biaya komponen yang dipakai dalam perhitungan penetapan harga bioetanol itu sendiri.
Jika merujuk keterangan resmi yang ditandatangani oleh Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE Kementerian ESDM, diketahui bahwa periode Juli 2025 ini HIP BBN bioetanol turun sebanyak Rp 2.524 per liter
Penetapan HIP BBN bioetanol ini sendiri, tulis Eniya Listiani Dewi dalam keterangan resmi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM tersebut, merupakan pelaksanaan dari Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM yang dikeluarkan pada tahun 2016 yang lalu.
“Yaitu Kepmen ESDM nomor 6034K/12/MEM/2016 tentang HIP BBN (Biofuel) yang Dicampurkan ke Dalam Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM),” tegas Eniya Listiani Dewi selaku Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.
Berikut HIP BBN jenis bioetanol tebu per liter periode Juli 2025:
Bioetanol : Rp 10.832 (sebelumnya Rp 13.356. Turun Rp 2.524)
Rata-rata tetes tebu PT KPBN : Rp 1.636 (sebelumnya Rp 2.225. Turun Rp 589)
Biaya konversi tetes tebu ke Bioetanol : USD 0,25 per liter. Tetap)
Konversi nilai kurs USD BI: Rp 16.339 (sebelumnya Rp 16.711. Turun Rp 372)

