Jambi, mediperkebunan.id – Menutup September ini menuju awal Oktober 2025, harga pembelian tandan buah segar (TBS) untuk setiap kilogram (Kg) yang diproduksi para petani kelapa sawit mitra plasma di seluruh Provinsi Jambi mengalami kenaikan yang terhitung tipis.
Kalau merujuk pengumuman resmi pihak Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Strategis (PPHPS) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, kenaikan itu tercatat hanya sebesar Rp 11,24 untuk TBS dari usia tanam 10-20 tahun yang merupakan kategori premium.
Kenaikan itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Mediaperkebunan.id, Kamis (25/9/2025), terjadi juga untuk TBS dari berbagai usia tanam serta berlaku mulai 26 September hingga 2 Oktober 2025.
Berbeda dengan provinsi sentra sawit lainnya, kenaikan harga TBS kali ini murni ditopang oleh menguatnya harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebanyak Rp 56,36 per Kg sehingga ditetapkan menjadi sebesar Rp 14.366,15.
Kondisi yang berbeda terjadi pada harga penjualan inti sawit atau palm kernel (PK) yang turun tipis sebanyak Rp 8,65 per Kg. Harus diakui penurunan yang sedikit ini mampu membuat harga pembelian TBS petani tetap menguat untuk periode ini.
Andai saja harga penjualan PK melorot dalam jumlah yang besar, tidak menutup kemungkinan kalau hal itu berpotensi membuat harga pembelian TBS petani mitra plasma menjadi turun, atau setidaknya stagnan alias tidak turun atau pun tidak naik sama sekali.
Berikut ini penetapan harga TBS petani kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Jambi untuk periode 26 September – 2 Oktober 2025:
- 3 tahun Rp 2.837,65
- 4 tahun Rp 3.043,96
- 5 tahun Rp 3.182,91
- 6 tahun Rp 3.315,06
- 7 tahun Rp 3.398,53
- 8 tahun Rp 3.472,07
- 9 tahun Rp 3.539,63
- 10-20 tahun Rp 3.652,75 (naik Rp 11,24)
- 21-24 tahun Rp 3.545,63
- 25 tahun Rp 3.388,07
CATATAN :
CPO : Rp 14.366,15 (sebelumnya Rp 14.309,79. Naik Rp 56,36)
PK : Rp 13.489,70 (sebelumnya Rp 13.498,35. Turun Rp 8,65)
Indeks K: 94,75 persen (tetap)

