Jakarta, mediaperkebunan.id – Ebi Rulianti, Direktur Perbenihan Perkebunan dapat dibilang sebagai Srikandi Perkebunan Indonesia, saat ini merupakan satu-satunya perempuan di jajaran eselon 2 Ditjebun. Lahir di Cianjur pada tanggal 23 September 1979. Mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2001 dari Institut Pertanaian Bogor. Kemudian pada tahun 2009 melanjutkan studi jenjang S2 program studi Magister Manajemen Agribisnis di Universitas Gajah Mada selain itu beliau juga mengikuti berbagai pendidikan informal di dalam negeri.
Sejak tanggal 29 November 2024, menjabat sebagai Direktur Perbenihan Perkebunan hingga saat ini. Sebelum memangku jabatan tersebut menjabat Subdirektorat Data dan Kelembagaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan dari bulan Maret2019 sampai dengan 20 Mei 2020, Kepala Bagian Perencanaan dari bulan Mei 2020 sampai dengan 30 Desember 2020, dan Kelompok Kelembagaan Benih dari bulan Januari 2021 sampai dengan 12 Oktober 2023. Atas pengabdian hingga saat ini, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Satya Lancana KaryaSatya X.
Perkebunan adalah penghasil devisa utama melalui kelapa sawit dan sumber devisa yang cukup besar dari ekspor karet, kelapa, kakao, kopi, lada, pala dan lain-lain. Selama ini tidak banyak program-program pemerintah untuk perkebunan.
Masuk ke 80 tahun Kemerdekaan Indonesia, tahun ini pemerintah sesuai janji kampanye Presiden Prabowo punya program hilirisasi dengan anggaran sampai tahun 2027 Rp9,9 milar. Sesuai arahan Menteri Pertanian, hilirisasi perkebunan diawali dengan penyediaan bahan baku lewat peremajaan. rehabillitasi, ekstensifikasi. Program inimembutuhkan benih dalam jumlah besar yaitu 135 juta sedang kapasitas 13,5 juta untuk komoditas tebu, kelapa, kakao kopi, lada, jambu mete dan pala.
Tidak pernah ada program sebesar ini dengan anggaran besar sehingga Dirat Perbenihan dalam sampai tahun 2027 bekerja keras supaya target bisa dicapai. Berbagai terobosan dibuat sepertirelaksasi benih kakao dan kopi yang selama ini 12 bulan menjadi 18 bulan, menjadikan kebun produksi jadi kebun benih dengan persyaratan tertentu dan lain-lain. Kuantitas target benih harus tercapai tetap kualitasnya juga harus terjaga. Semua Tindakan atas rekomendasi pemulia. Titik awal keberhasilan hilirsasi ada pada penyediaan benih.
Hilirisasi tidak akan berjalan tanpa bahan baku yang cukup. Kecukupan bahan baku dimulai dari penanaman dengan benih unggul. Maka tugas berat Srikandi Perkebunan Indonesia, Bu Ebi dalam 3 tahun ini menyediakan benih unggul dalam jumlah yang cukup untuk pengembangan kawasan perkebunan mendukung hilirisasi.

