Kubu Raya, mediaperkebunan.id – Salah satu program prioritas Kabupaten Kubu Raya 5 tahun kedepan adalah program peningkatan nilai tambah sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kelapa sawit merupakan komoditas penopang ekonomi Kubu Raya sehingga banyak mengeluarkan kebijakan yang mendukung pengembangan sawit.
Asisten Daerah II Kabupaten Kubu Raya Tri Indriastuty menyatakan hal ini mewakili Bupati Sujiwo pada 5th IPOSC yang diselenggarkan Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI).
Kebijakan terkait sawit Pemkab Kubu Raya adalah alokasi Dana Bagi Hasil sawit 80% untuk infrastruktur dan 20% sektor lainnya untuk mendukung sektor perkebunan; Perbup Kubu Raya 23/2021 tentang sistem pengembangan perkebunan unggul berbasis CSR; Perbub Kubu Raya 96/2021 tentang petunjuk pelaksanaan verifikasi usulan indeks K pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun Kubu Raya; Perbub Kubu Raya 70/2023 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan; Perbub Kubu Raya 28/2024 tentang kewenangan penerbitan STDB; Perbub Kubu Raya 38/2024 tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pekebun swadaya.
Pemkab Kubu Raya tidak hanya memperhatikankebunnya saja tetapi petani pemiliknya dan pekerjanya juga harus terlindungi dengan jaminan sosial tenaga kerja. Pembayaran iuran BPJS ketenagakerjaan diambil dari DBH sawit, dikuatkan dengan regulasi perbup.
Pemkab Kubu Raya juga sudah menyiapkan rencana aksi PSR, sarpras, pendanaan STDB, JKK/JKM pekebun sawit; beasiswa anak pekebun; pendampingan ISPO; pelatihan pekebun; pendampingan OPT; pendampingan bibit bersertifikasi; pembangunan jalan akses kelapa sawit.
“Beasiswa sawit yang didanai BPDP tahun ini hanya 3 orang siswa Kubu Raya yang mendapatkannya. Untuk memperbanyak beasiswa, Pemkab akan menggandeng perusahaan perkebunan untuk memberikan beasiswa kepada siswa di sekitar lokasi perusahaan ,” katanya.
Luas daratan Kabupaten Kubu Raya adalah ± 8.549,22 km2. Luas tanaman menghasilkan sawit tahun 2024 120.969 ha dengan total produksi 353.570 ton. Luas tanaman muda kelapa sawit 10.958 ha, tanaman tua rusak 1.712 ha, sehingga total 133.639 ha,produktivitas 2.923 ton/ha , petani 5.123 KK. Produksi terbesar dari perusahaan perkebunan swasta yaitu 88,47% sedang pekebun 11,53%.
PDRB sektor perkebunan berkontribusi 45% terhadap sektor pertanian dan 4,73% PDRB Kubu Raya. PDRB sektor pertanian Kubu Raya berkontribusi 8,17% dari PDRB sektor pertanian Kalbar dan 0,2% PDRB sektor pertanian nasional.
Tantangan yang dihadapi adalah optimalisasi peran pemerintah untuk kelapa sawit berkelanjutan, konflik lahan, karhutla, kesejahteraan petani didalamnya termasuk harga TBS fluktuatif, akses permodalan dan pendampingan bagi swadaya, praktek berkelanjutan (ISPO/RSPO) belum optimal. Urgensi kelapa sawit adalah sikronisasi dengan asta cita presiden nomor 2 dan 5, kontribusi yang besar terhadap ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Dalam momen ini beberapa petani Kubu Raya mengeluhkan tentang kemitraan yang tidak berjalan baik. Pendapatan petani masih kecil meskipun sawit sudah panen 5 tahun. Tri berjanji akan mengatasi ini dengan membawa ke rapat koordinasi kebijakan yang langsung dipimpin bupati.

