Bandung, mediaperkebunan.id – Pada 3rd TPOMI 2025, Andrew Liew dari YKL Engineering Sdn Bhd menawarkan kepada semua PKS di Indonesia untuk memasang SRORS (Solid Removal and Oil Recovery System) tanpa CAPEX dan risiko sebagai upaya memulihkan residual oil dari pembuangan pabrik yang dijual sebagai waste oil untuk biodiesel dan SAF.
Investasi modal sepenuhnya ditanggung YKL, pabrik tidak perlu menyediakan dana. YKL akan memasang SRORS. Pemulihkan minyak sebagai pembayaran investasi. Sludge oil yang diambil oleh pabrik akan dikompensasi kembali.
Keuntungan bagi pabrik adalah minya yang direcover FFAnya rendah, pabrik bisa menjualnya sebagai teknikal oil yang harganya lebih dari waste oil. Kolam limbah menjadi tanpa minyak dan suspensi padat, mengurangi COD dan metana. Pembentukan lumpur pada kolam berkurang sehingga lebih mudah mencapai BOD/COD untuk pembuangan. Jika pajak karbon diterapkan akan mengurangi jejak karbon pabrik.

SRORS merupakan sebuah sistem yang memproses DHP, lumpur mentah yang mengandung DHP, EFBL, dan SC untuk merecover minyak dan menghilangkan suspended oil untuk melepaskan filtrasi bersih dengan mengurangi COD/BOD ke kolam limbah untuk perawatan. Sepenuhnya menggunakan proses mekanik.
Dampaknya penghematan langsung, menjual SO sebagai TO dan mendapatkan harga yang lebih baik, biaya penanganan limbah lebih rendah, kewajiban pajak kurang, keuntungan naik, dan memenuhi ketentuan lingkungan.

