Bandung, Mediaperkebunan.id– Persoalan Pabrik Kelapa Sawit salah satunya adalah rebutan TBS petani. Di daerah-daerah yang PKSnya banyak, harus bersaing untuk mendapatkan bahan baku. Salah satu faktor penentu untuk mendapatkan bahan baku adalah dengan pembayaran. David Setionegoro dari PT Arthapalma Citratara menyatakan hal ini pada 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan P3PI dan Media Perkebunan.
Semakin cepat pembayaran ke petani swadaya /pemasok PKS bisa mendapatkan TBS dengan kuantitas yang sesuai pabrik dan kualitas sesuai standar. Semakin lama membayar misalnya seminggu sekali seperti banyak dilakukan PKS di Kalimantan dan Sumatera semakin sulit mendapatkan TBS.
Karena itu PT Arthapalma Citratara hadir menjadi solusi pembayaran bagi PKS. “Kita menyediakan pembiayaan sehingga PKS bisa langsung membayar 3-4 jam setelah TBS diterima di pabrik. Dengan cara ini PKS akan mendapatkan volume PKS yang sesuai kapasitas pabrik dan berkualitas,” kata David.
Saat ini PT Arthapalma Citratara sudah bermitra dengan 10 PKS di Sumatera. Rencana tahun ini akan bertambah 100 PKS lagi. Selain pendanaan, PT Arthaprima juga membangun jembatan sehingga hubungan PKS dan petani swadaya sustainable.
Membuat data tracebility antara loading ram dan petani, tersusun data lengkap loading ram membeli TBS dari petani siapa saja dan titik poligon kebunnya. PKS bisa menunjukkan pada pembeli CPO ini TBSnya dari mana saja, sampai ALBnya. Dengan cara ini kinerja petani juga terpetakan.

