Bandung, mediaperkebunan.id– Saelan Siregar, dari PT Sari Mitra Sukses menyatakan pada 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan P3PI dan Media Perkebunan, best practises untuk mencapai keandalan (reliability) bearings sangat sederhana dan logis, bahkan beberapa diantaranya tidak memerlukan biaya dan investasi tambahan.
Beberapa best practices itu adalah : catat nomor bearing yang tepat untuk setiap aplikasi; menjaga kebersihan bearing (masih perawan) hingga saat dipasang; hindari kerusakan akibat penanganan (benturan pada rolling elemen dapat menyebabkan kerusakan; kualitas dan toleransi kesesuaian yang tepat pada shaft dan housing; metode pemasangan yang tepat untuk menghindari kerusakan akibat kesalahan pemasangan; pelumasan yang tepat (viskositas dan quantity); meningkatkan preventive maintenance menjadi realibility centered management; jangan langsung digeneralisasi.
Ketika bearing rusak jangan bertanya kenapa rusak, apanya yang pecah tetapi sudah berapa lama bearing beroperasi. Pertanyaan ini penting untuk memastikan kerusakannya prematur atau natural. Kerusakan natural adalah ketika bearing sudah mencapai usia kalkulasi penggunaan. Jika tidak maka adakan Root Cause Failure Analyisis (RCFA).
Faktor – faktor utama yang menyebabkan bearing rusak secara prematur adalah 20% karena pelumas yang tidak tepat, 20% umur pelumas, 20% kontaminan padat, 15% pelumas tidak cukup, 10% pemilihan bearing yang tidak tepat, 5% kontaminasi cairan, 5% mounting rendah, 5% konsekuensi kerusakan. Sekitar 55% karena pelumasan.
Penyebab aktual di lapangan 25% metode dan kekurangan pelumasan; 19% poor mounting dan handling; 19% kelebihan beban , 10% kontaminasi, 8% vibrasi tinggi, 7% missalignmet, 4% suhu tinggi, 4% pemilihan bearing; 4% pradamage pada shaf dan housing. Penyebab kerusakan aktual di lapangan adalah pemasangan yang salah/tidak benar.
Masalah pemeliharaan bearing dari sisi pengetahuan adalah pengetahuan dan informasi mengenai pemeliharaan bearing tidak dikomunikasikan dengan baik (tidak praktis, kendala bahasa dan penyampaian); kurangnya pelatihan lapangan (pelatihan hanya terjadi pada saat kerusakan); asumsi yang simple (hanya berdasarkan pengulangan); ketidaktahuan tentang kompleksitas topik; suplier dan pabrikan yang bias, cenderung memaksakan dan ambigu.
Dari sisi keterampilan : tidak ada mentoring, pembinaan dan ketidakpedulian atasan/rekan kerja; kurangnya dokumentasi working procedure; panduan dari pabrikan yang tidak praktis dan memadai. Hasilnya adalah pengambilan keputusan manajemen yang tidak tepat sasaran; praktek pemilihan dan pemberian bearing yang salah; seleksi dan pengembangan personil tanpa arahan; input engineering yang salah ; penjadwalan maintenance yang tidak sesuai; prakek lapangan yang buruk, selamanya trial dan error; jalan pintas ala MacGyver yang sudah menjadi kultur dalam melakukan sesuatu.
Faktor selanjutnya harus mengingat pasal 1 bearing tidak pernah salah, pasal 2 kalau bearing salah silakan kembali ke pasal 1. Faktor utama 2 kekeliruan penomoran bearing. Faktor utama 3 metode pemasangan bearing. Faktor utama 4, metode lubrikasi. Percaya tidak percaya terlalu banyak pelumasan pada bering dapat memiliki hasil yang sama pada kurangnya pelumasan. Tantangan tim maintenance adalah melakukan sesuai instruksi kerja , pada waktu yang tepat, dan mengerjakannya dengan benar.
Memilih bearing ada yang hanya mau dari OEM karena berkualitas. Bagi SMS harga boleh murah asal jangan murahan. PT SMS menjadi distributor bearing premium dari China yaitu TMB. TMB memproduksi 6000 jenis bearing untuk 10 kategori, dari ukuran 5 mm sampai 12 m . Konsepnya berpusat pada kebutuhan konsumen, manufaktur profesional bearing dengan life time tinggi. Merek bearingnya adalah TMB JTEKT, wxxz, NOK SBT, FSCM dan Wanshsin.
End user enggan mengganti merek bearing karena tidak pernah dengar merek lain selain yang mereka gunakan, tidak percaya dan tidak yakin, risiko operasional, kurang informasi teknis, tidak ada technical suport, tidak pernah ditawarkan.
TMB kualitas sama dengan merek yang premium tetapi harga lebih murah. TMB menyediakan bearing untuk pabrik kelapa sawit, memberikan dukungan dalam bentuk training dan site visit, supervisi mounting. Jangan sia-siakan budget, penghematan dimulai dari pembelian spare parts. PT SMS menawarkan garansi lebih hemat dengan suku cadang berkualitas; paling cepat dari proses pemesangan sampai diterima konsumen; pelayanan 24 jam 7 hari enginering, konsultasi dan pengantaran.

