Jakarta, mediaperkebunan.id – Salah satu faktor yang sangat penting dalam suksesnya operasional PKS adalah capaian rendemen. Rendemen ini yang sering jadi bahan pertengkaran antara orang kebun dan pabrik. Kalau rendemen rendah pabrik menyalahkan kebun dengan alasan TBS jelek, sedang kebun menyalahkan pabrik TBSnya bagus tetapi PKS tidak efisien sebab lossesnya terlalu tinggi. Minyak dibentuk di kebun, pabrik tidak bisa menaikkan rendemen tetapi bisa menurunkan rendemen.
Karena itu harus ada upaya menjaga rendemen TBS dengan menekan losses. Dalam 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dengan dukungan Media Perkebunan mulai besok sampai tanggal 10, salah satu yang intensif dibahas berkaitan dengan hal ini. Beberapa topik terkait adalah :
- Kiat Mengelola Industri Kelapa Sawit Dalam Ketidakpastian Global (Trump Effevct) oleh Posma Sinurat, Ketua Bidang Kelapa Sawit P3PI
- Mill Operational Excellence oleh Muhammad Ichsan, Praktisi P3PI
- Integrated IoT & Automation to ERP (mySAP 365 DevAgro AI) as Monitor/Controller for Automation & Refinery
- SCADA System oleh Samsudin Zhang dari PT Primeier Enginering Indonesia
- How to Reduce Oil Losses and Increase OER with Reagent of Biopolymer Technologis oleh Antony Rajatnnathan, Head of Biopolymer Technologied Ltd
- Digitalization for Mill Operational Management Efficiency thru Cloud Big Data Analysis – A State of Art AI
- Aproach oleh PK Hong , Infinity Karya Bersama
- Harga Kernel Tinggi , Kernel Loss Harus dibawah 2% oleh Edward Silalahi, P3PI
- Total Productive Maintenance (TPM) di PKS Untuk Meningkatkan Efisiensi oleh Kurniawan Siregar dari P3PI/PT Kencana Agri.
Materi diatas adalah bagian dari upaya menjaga rendemen TBS. total produktive maintenance. Total produktive maintenance adalah konsep dari Jepang yang sudah diimplementasikan cukup lama idan baru dalam 6 tahun terakhir diterapkan di PKS. Kalau diterapkan maka PKS lebih mudah dikelola, losses rendah dan rendemen terjaga tinggi.

