15 February, 2016

RSPO Perketat Kriteria Lewat RSPO NextMaraknya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didanai oleh asing untuk merusak komoditas Indonesia maka sebaiknya dana asing yang mengalir ke LSM sebaiknya diawasi.

Firmas Soebagyo, Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR-RI menyarankan sebaiknya pemerintah dapat mengawasi LSM yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak komoditas asli Indonesia. Satu diantaranya komoditas kelapa sawit yang sering diserang oleh LSM, kemudian seperti kopi, yang serifikasinya juga dipegang oleh LSM dari luar.

Melihat hal ini maka alangkah baiknya jika pemerintah untuk mengawasi dana asing yang mengatasnamakan dana hibah lingkungan. Pasalnya, dana asing tersebut rawan diselewengkan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Itu namanya bancakan dengan memperdaya tanda tangan Presiden,” kata Firman yang juga anggota Komisi IV membidangi komoditas pertanian, kehutanan dan kelautan.

Lebih lanjut, menurut Firman, dengan tidak transparansinya dana asing yang mengalir ke LSM maka diduga ada kepentingan didalam mengalirnya dana tersebut. Alhasil, bukan tidak mungkin ada kepentingan untuk merusak agar komoditas Indonesia bisa merkembang.

Bahkan biasanya dana hibah tersebut yang dikucurkan ke suatu LSM tidak mempunyai orientasi yang jelas dalam perbaikan lingkungan di Indonesia. “Dana hibah tersebut pasti punya kepentingan tertentu. Tidak mungkin ada makan siang gratis,” pungkas Firman. YIN

Baca juga :
RSPO Perketat Kriteria Lewat RSPO Next
DPR Mempertanyakan Nasionalisme IPOP

(Visited 115 times, 1 visits today)