Jakarta, Mediaperkebunan.id – Supaya tercapai produksi TBS 35 ton rendemen 26% menurut Soemanto Sastro dalam pelatihan online Mencapai TBS yang Berkesinambungan dan Konsisten Sesuai Potensinya yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dan Media Perkebunan, ada 10 kunci sukes yaitu
- Gunakan benih unggul dan standar pembibitan First Class Nursery. First Class Nursery menggunakan tanah yang sudah diayak dahulu untuk baby bag dan large bag. Bedengan prenursery menggunakan naungan paranet. Transplanting ke main nursery tepat waktu yaitu 3 bulan. Penyiraman terjamin dengan baik dan mencukupi. Pemeliharaan standar tinggi (bersih dan rapi).
- Tanam kelapa sawit dengan cara yang benar dan tepat. Buat tapak kuda sebelum tanam di areal yang perlu, yaitu areal miring dan berbukit. Buat lubang tanam dengan “Mal” dan diberi pupuk. Pembuatan lubang tanam dilakukan sesuai letak pancang tanaman dan ukuran sesuai Mal (alat ukur) dilakukan sistim koin. Setiap pembuat lubang diberi koin. Satu lubang yang berhasil dibuat diberi satu koin. Mandor yang menilai akan mengambil koin yang lubang tanamnya benar. Lubang tanam yang masih ada koinnya harus diperbaiki Tanam dengan kualitas baik (tidak doyong, tercekik, menggantung). Penanaman pokok kelapa sawit harus tegak (tidak doyong), tidak tercekik dan menggantung, ada 4 plastik satu hitam yaitu bekas polybag dan 3 putih yaitu pupuk, pupuk hayati dan racun tikus. Kalau salah satu plastiK tidak ada berarti salah satu tidak diaplikasikan.
- Tanam dalam blok full stand dan homogen.
- Pemupukan konsep 6 tepat yaitu jenis, dosis, waktu, cara, tempat, administrasi. Pupuk harus diuntil, penaburan tepat pada tempatnya, pastikan hasil tabur merata dan sorenya dilakukan evaluasi.
- Perawatan tanam dengan standar dan kualitas tinggi. Bentuk Tim Unit Semprot yang kompeten dan dimanfaatkan secara optimal.
- Akses ke pokok mudah dan terjangkau. Tiga akses utama adalah akses ke blok pemeliharaan jalan dan jembatan Rp500.000/ha, akses ke pokok pasar pikul, piringan, titi panen Rp300.000/ha, akses ke TBS tunas pokok dan sanitasi Rp400.00/ha.
- Panen TBS dengan tepat cara dan tepat waktu/rotasi. Jumlah tenaga kerja panen harus cukup. Panen dengan cara yang benar. Susun pelepah rapi di gawangan. Susun TBS rapi di TPH. Manajemen panen dengan memperhatikan kriteria matang panen untuk mendapatkan buah berkualitas dan brondolan sesuai permintaan pabrik 8%. . Rotasi /pusingan diatur seksi panen pembagiannya. Sistem ancak bisa tetap (murni), giring (murni), giring tetap permandoran, KKPP (Kelompok Kerja Panen Permandoran).
- Angkut TBS ke PKS dengan benar dan tepat sehingga zero restan. Kirim TBS ke PKS secepatnya (dalam waktu 24 jam) dan losses minimal.
- PKS harus dikelola dengan baik sehingga bersih, rapi dan minimal losses mulai dari kantor, loading ramp, stasiun strelizer, stasiun tresher, stasiun klarfikasi.
- Administrasi yang tertib, cepat dan akurat.

