https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
23 December, 2021
Bagikan Berita

Jakarta, mediaperkebunan.id – Di era digitalisasi maka semua sektor harus bisa beradaptasi termasuk sektor pertanian. Atas dasar itulah Tabloid Sinar Tani meluncurkan aplikasi Wikitani.

Aplikasi berbasis android ini disediakan untuk mempermudah masyarakat termasuk petani untuk mendapatkan update informasi pertanian dan mendapatkan E-Paper SINAR TANI.

“Dengan aplikasi ini, kami berharap dapat memberikan motivasi bisnis, insprirasi bagi petani agar bisa berhasil berusaha tabni, serta belajar dari kegagalan pelaku usaha. Jadi kita berikan motivasi supaya lebih mau dan maju lagi,” kata Pimpinan Umum Tabloid Sinar Tani, Memed Gunakan.

Dalam aplikasi ini, lanjut Memed, terdapat konsultasi penyuluh yang langsung diasuh penyuluh langsung. Dengan demikian, petani bisa setiap waktu bertanya dalam aplikasi tersebut. “Jadi kita asuh kemauan, kita asah kemampuan dan kita bukankan pasar bagi petani. Petani nanti bisa memasarkan langsung hasil panennya,” ujar Memed.

Tujuan iklan dagang ini adalah agar petani tak lagi berada di belakang layar. Selama ini petani hanya sebagai manufaktur dalam perdagangan komoditas pertanian ini. Karena itu, sangat penting rantai proses perdagangan dengan mendekatkan petani dan pasar.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi berharap, penyuluh terus mengupdate informasi dan jangan hanya mengandalkan bimbingan teknis dari pemerintah. “Penyuluh tidak afdol kalau tidak membaca Sinar Tani. Manfaatkan juga teknologi internet. Semua itu bisa digunakan penyuluh untuk menjadi peluru dan amunisi di lapangan,” tutur Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, “penyuluh harus selau update, dan dan update tidak selalu dari bimbingan teknis (bimtek) tapi juga bisa melalui internet. Sehingga dengan internet para penyuluh yang ada di etiap daerah tetap bisa meng-update kemampunya dan bisa melakukan pendampingan kepada petani dengan maksimal.”

Baca Juga  Harga TBS Sawit Riau Naik Rp50,15 per Kg

Disisi lain, Dedi mengakui, disaat semua sektor terpukul oleh pandemi, tapi sektor pertanian masih surplus. Surplus tersebut didominasi oleh perkebunan, hortikultura.

“Jadi, surplus kita jelas dan itu disumbang perkebunan dan hortikultura,” kata Dedi. Sehingga dengan adanya aplikasi Wikitani diharapkan surplus pertanian bisa lebih tinggi lagi.

(Visited 21 times, 1 visits today)