25 September, 2017

Paris – Tidak bisa dipungkiri bahwa kelapa sawit mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat indonesia khususnya petani kelapa sawit.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) DPP APKASINDO, Rino Afrino dalam Forum Palm Oil Sustanaibilty Talk di Paris Pavillon Dauphine.

Lebih lanjut, menurut Rino, harus diakui ada tiga hal yang dipengaruhi kelapa sawit. Pertama, pertumbuhan ekonomi. Terbukti bahwa neraca perdagangan Indonesia masih ditopang oleh komoditas perkebunan, salah satunya perkebunan kelapa sawit, dan saat hingga saat ini devisa yang dihasilkan dari kelapa sawit tidaklah kecil.

Kedua, pembangunan di pedesaaan. Terbukti, beberapa kabupaten yang memiliki perkebunan kelapa sawit sangatlah cepat. Diantaranya Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat yang dahulu sangatlah lambat dalam pembangunannnya, tapi kini berkembang dengan pesat akibat adanya perkebunan kelapa sawit.

Terakhir, penurunan angka kemiskinan. Terbuki, tidak sedikit masyarakat yang telah menjadi petani kelapa sawit baik petani plasma ataupun mandiri, kini kehidupannya jauh lebih baik. “Artinya kelapa sawit benar-benar anugerah bagi petani Indonesia,” jelas Rino yang juga petani asal Provinsi Riau.

Disisi lain, Rino mengatakan, anugerah kelapa sawit bagi petani Indoensia yaitu tenaman tersebut bisa tumbuh subur. Hal ini karena iklim tropis dan curah hujan di indonesia yang sangat cocok untuk tanaman kelapa di Indonesia.
Alhasil produksi kelapa sawit di Indonesia terus meningkat secara tajam dari yang hanya 720 ribu ton crude palm oil (CPO) di tahun 1980-an, menjadi menjadi 32 juta ton di tahun 2016. Peningkatan produksi ini karena banyak masyarakat yang sudah merasakan manisnya tanaman kelapa sawit.

“Sehingga tidaklah heran jika luas arealnya pun meningkat dengan tajam, terutama luas kebun yang dimiliki oleh petani,” ucap Rimo.

Lebih lanjut, Rino menerangkan, jika melihat data Kementerian Pertanian (Kementan), ditahun 1980-an, sewaktu program Perkebunan Inti Rakyat kelapa sawit dilaksanakan sekitar tahun 1980-an, program tersebut terbukti dapat menekan angka kemiskinan hingga 42 juta orang berada dibawah garis kemiskinan dan 33 juta orang berada di kawasan pedesaan.

Hal tersebut dapat dilihat dari kesejahteraan petani yang meningkat karena kelapa sawit, bahkan banyak petani kelapa sawit sudah mendapatkan income yang lebih dari cukup. “Oleh karena itu tepatlah bila dikatakan tanaman kelapa sawit merupakan anugerah tuhan untuk bangsa Indonesia,” pungkas Rimo. YIN

(Visited 243 times, 1 visits today)