https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
10 February, 2021
Bagikan Berita

Kalimantan Tengah, mediaperkebunan.id – Kebutuhan barang pokok di kebun merupakan sebuah keniscayaan. Sembilan Bahan Pokok senantiasa dicari untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi masyarakat di kebun. Namun sayangnya, harga sembako yang tersedia di warung-warung sekitar kebun jauh lebih mahal dibanding dengan harga di warung-warung perkotaan, terkadang ada juga yang menerapkan bon (hutang) berbunga.

Di lain sisi, masyarakat kebun juga tidak punya pilihan untuk berbelanja, karena biaya transportasi cukup mahal untuk pergi belanja ke pasar tingkat kota kecamatan atau kabupaten. Ditambah saat ini terjadi pandemi Covid-19 dimana setiap pemerintah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi ruang gerak orang untuk mencegah angka penularan.

Menyikapi hal demikian, BGA Group Region Pundu membuat Unit Pelayanan Sembako (UPS) Murah bagi seluruh para karyawannya sejak tahun 2019 lalu. Melalui belanja di UPS, setiap satu orang karyawan berhak mendapatkan paket sembako murah senilai Rp.1,8 Juta yang terdiri dari beras, gula, telur, minyak goreng/margarin, tepung terigu, gas elpiji 3 kg, Garam, Sayur, ayam potong dan susu. Dari sebelumnya per orang karyawan harus mengeluarkan kocek sebesar Rp. 2,2 juta bahkan lebih.

Jika ditelisik lebih dalam, ternyata nilai transaksi dalam satu estate (kebun) cukup besar. Misalnya saja karyawan dalam satu estate berjumlah 700 orang, nilai transaksinya bisa lebih dari Rp.1,2 Mliyar per bulan, jika per karyawan berbelanja sekitar Rp.2 Juta per bulan.

Jumlah rupiah dalam belanja karayawan ini berasal dari biaya berbelanja di pasar tingkat kota kecamatan atau kabupaten yang ongkosnya mencapai Rp. 150 – 200 ribu per orang. Jadi jika ditotal, pengeluaran bisa mencapai Rp. 2,2 Juta per bulan per karyawan.

Baca Juga  Drama Permainan Rente Impor Gula

Dengan adanya UPS yang mengenakan harga sembako yang lebih murah, karyawan bisa menghemat sekitar Rp. 4 Juta dalam setahun, dengan rata-rata penghematan sekitar Rp. 300 – 400 ribu per bulan. Dan nilai penghematan ini dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anaknya, sehingga sangat bermanfaat bagi masa depan anak.

Semua karyawan dapat dengan mudah mengambil paket sembako di kantor UPS tanpa perlu repot-repot pergi ke kota kecamatan atau kota kabupaten yang membutuhkan ongkos kendaraan cukup besar. Pembayarannya pun hanya dengan kupon belanja yang diberikan, lalu kemudian dipotong secara otomatis dari premi (gaji) masing-masing karyawan. Tentunya pada saat pengambilan paket sembako juga dilaksanakan protokol Kesehatan.

Setelah berjalan setahun lebih, saat ini nilai transaksi UPS rata-rata mencapai Rp.4 Milyar per bulan. Ini sangat besar dan sangat potensial untuk terus dikembangkan. Oleh sebab itu, saat ini UPS tengah ditingkatkan dengan mendigitalisasi sistem stok barang dan transaksi agar semua dapat tercatat dengan rapi dan aman, serta pelayanan menjadi lebih mudah selayaknya belanja di minimarket.

Program pelayanan sembako murah ini ternyata melalui proses yang tidak mudah. Salah satunya bagaimana membuat para suplayer percaya dengan UPS di Region Pundu untuk menyediakan (suplai) barang sembako.

Menurut Ketua Pelaksana UPS Region Pundu Agus Pramita Aji dan Pengawas UPS Wahyu Sutejo bahwa UPS ini merupakan tindaklanjut dari arahan manajemen untuk membantu karyawan mendapatkan sembako murah. “Hal ini (Program UPS) juga sekaligus untuk menciptakan kenyamanan karyawan di kebun. Sehingga karyawan menjadi betah tinggal di kebun dan ini jelas memberikan dampak positif,” ujar Regional Head Region Pundu Tri Haryono.

Manfaat besar dengan adanya UPS, selain memberikan jaminan kepada karyawan untuk mendapatkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau, UPS juga membangun kemitraan dengan warga sekitar untuk menjadi rekanan, dalam hal ini sebagai penyuplai beberapa barang seperti telur, ikan air tawar, dan ayam potong.

Baca Juga  KOPI DONGKRAK EKONOMI PEDESAAN GARUT

Kemitraan ini dilaksanakan bekerjasama dengan program CSR BGA Group dengan penyediaan bibit ikan, bibit tanaman dan bibit ayam untuk dibudidayakan. Ketika melaksanakan budidaya didampingi oleh Staf CSR Region Pundu. Disamping itu, UPS memberikan akses pasar untuk menjual hasil panen budidaya kepada masyarakat melalui pola kemitraan (suplayer).

“Kemitraan saya menyuplai ayam potong kepada UPS memberikan banyak manfaat kepada saya dan keluarga. Dengan kemitraan ini saya bisa memberikan pekerjaan budidaya ayam potong kepada kakak, adik, dan tetangga dekat rumah. Saya mengucapkan terima kasih kepada BGA Region Pundu atas kesempatan menjadi suplayer ayam potong,” ungkap Sumarsono, peternak ayam potong.

Program Kerjasama kemitraan ini dilaksakanan dengan melibatkan Program CSR perusahaan untuk membantu masyarakat melaksanakan budidaya ikan, ayam potong dan telur dalam bentuk penyediaan bibit, pendampingan dan akses pemasaran. Pada tahun 2020, UPS sudah menyerap daging ayam sebesar 24,25 Ton dengan rata-rata per bulan sebesar 2,70 Ton ayam potong.

Semoga dengan hadirnya UPS semakin memberikan nilai tambah bagi karyawan dan masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit. (YIN)

(Visited 76 times, 1 visits today)