https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
15 December, 2021
Bagikan Berita

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Setelah empat tahun berinvestasi, dan terlepas dari segala kendala yang muncul semasa pandemi global, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 95 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk seluruh rantai pasoknya.

Komitmen Perusahaan terhadap rantai pasok yang sepenuhnya dapat ditelusuri dilandasi pada keyakinannya bahwa kemamputelusuran – mengetahui rantai pasoknya – menciptakan landasan yang diperlukan untuk mendukung penerapan praktik produksi berkelanjutan pada tingkat industri.

“Kemamputelusuran membantu kami membangun hubungan dan kepercayaan yang lebih kuat dengan pemasok. Informasi dari proses tersebut juga memungkinkan kami untuk memperluas dan secara ambisius namun tetap realistis akan upaya intervensi kami, terutama dengan petani swadaya,” kata Chief Sustainability and Communications Officer, Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville, dalam diskusi panel online, Rabu (15/12).

Anita menambahkan, upaya ini tidak hanya baik bagi bisnis. Namun juga mendukung penguatan industri vital Indonesia ini – membantu industri ini menjadi lebih produktif, efisien dan kompetitif, melalui penerapan praktik produksi yang diakui dan berkelanjutan.

Sejak 2015, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 100 persen kemamputelusuran di semua pabrik pemasok yang memasok minyak kelapa sawit ke enam kilang Perusahaan. Memiliki pandangan yang komprehensif dari semua pemasok, sub-pemasok Perusahaan dan hubungan di antara mereka, memungkinkan Perusahaan berkolaborasi dan berinvestasi untuk membuat seluruh rantai pasok lebih tangguh dan berkelanjutan.

Upaya kemamputelusuran lainnya yakni Sinar Mas melakukan pemantauan dan penilaian rutin terhadap pemasok minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO), untuk memastikan mereka memahami dan mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG).

“Berkat program SMART REACH – Remote Engagement, Assessment and Conference (call) from Home melalui konferensi video, sejak Maret 2020 hingga Oktober 2021, kami berhasil melakukan penilaian terhadap sekitar 72 Pabrik Kelapa Sawit (PKS),” ujar Head of Traceable and Transparent Production Wahyu W. Wijayanti.

Baca Juga  Indonesia Harus Rebut Pasar Ekspor Teh

Menurut Wijayanti, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan total kunjungan langsung ke lapangan pada periode yang sama di tahun lalu.

Sustainability Manager, PT Sugih Riesta Jaya, Sulianto, mengatakan, selaku pemasok pihak ketiga Sinar Mas, pihaknya memahami manfaat jangka panjang dari pemetaan rantai pasok ini.

“Kami akan memenuhi permintaan konsumen akan kemamputelusuran produk sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan industri sawit yang lebih berkelanjutan dengan membantu petani swadaya yang membutuhkan dukungan untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih baik,” jelas Sulianto. (YR)

(Visited 19 times, 1 visits today)