25 September, 2017

Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) berhasil menembus daftar Dow Jones Sustainability Indices (DJSI) 2017 untuk Asia Pasifik berkat praktik bisnis berkelanjutan perusahaan yang terdepan di industri kelapa sawit.

Hal tersebut diungkapkan olehManaging Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement, Agus Purnomo dalam keterangan tertulis yang dilayangkan ke perkebunannews.com.

Lebih lanjut, menurut Agus, ini merupakan pertama kalinya GAR berhasil menembus daftar DJSI sejak DJSI diluncurkan pada tahun 1999 dan merupakan satu-satunya perusahaan kelapa sawit dari Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam sektor Makanan, Minuman dan Tembakau di Asia Pasifik. GAR juga salah satu dari lima perusahaan yang terdaftar di bursa efek Singapura yang tercatat di DJSI tahun ini.

“Kami sangat bangga meraih pengakuan dunia internasional atas segala upaya serta sumber daya yang kami kerahkan untuk memastikan produksi kelapa sawit yang bertanggung jawab. Apresiasi ini akan memacu kami untuk terus menjadikan keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam menjalankan bisnis kami,” ungkap Agus.

Melalui hal ini, Agus berharap, bisa menjadi tonggak pencapaian yang signifikan dan membuktikan keseriusan Sinar Mas Agribusiness and Food dalam menerapkan praktik bisnis kelapa sawit yang bertanggung jawab. Partisipasi secara aktif dalam penilaian DJSI ini, juga diharapkan bisa menyelaraskan praktik perusahaan dengan praktik global terbaik.

“Sebab, salah satu kunci keberhasilan inisiatif kelapa sawit yang bertanggung jawab adalah dengan berupaya agar konservasi hutan dapat terlaksana,” tambah Chief Financial Officer, Rafael B. Concepcion Jr.

Tidak hanya itu, Rafael menambahkan, setelah berhasil mengidentifikasi luasan area konservasi di area konsesi yang setara dengan luas Singapura, Sinar Mas Agribusiness and Food juga bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk bersama-sama menyepakati area konservasi hutan bersama.

Selain itu Sinar Mas Agribusiness and Food juga berusaha membantu masyarakat mencari mata pencaharian alternatif seperti pertanian organik terpadu bersama masyarakat setempat dengan menggunakan lahan tidur milik masyarakat. Sehingga masyarakat tetap memperoleh pendapatan tanpa mengganggu ekosistem area konservasi.

“Upaya konservasi yang berhasil adalah kunci untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” pungkas Rafael. YR

(Visited 116 times, 1 visits today)