27 January, 2020

Setiap provinsi harus menyerap KUR (Kredit Usaha Rakyat) paling tidak Rp1 triliun. Total KUR untuk pertanian yang disediakan perbankan adalah Rp60 triliun. Perputaran uang Pertanian sendiri mencapai Rp2000 triliun. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan hal ini pada Rakernas Pertanian 2020.

KUR merupakan kekuatan dan paradigma baru pertanian. KUR adalah peluru bagi platon pertanian yaitu Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Setiap petani mendapat kredit Rp50 juta harus tergabung dalam kelompok tani, kelompok tani tergabung dalam Gapoktan. Kalau petani individu dan bukan anggota kelompok tani tidak akan terjadi sinergi.

Gapoktan dalam Kostra Tani akan menjadi factory sharing dimana tumbuh industri-industri kecil pedesaan yang mengolah sendiri hasil pertaniannya. KUR membuat inisatif masyarakat yang berkembang dan pemerintah hanya mendorong saja.

Penyuluh merupakan Kopasusnya pertanian. Pelurunya adalah teknis pertanian dari Kementerian Pertanian. Karena aspek lainnya penyuluh merupakan binaan pemda, sedang aspek teknisnya binaan kementerian pertanian.

Syahrul juga menyampaikan pentingnya membangun hubungan baik dengan kementerian dan lembaga lain untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Pertanian maju, mandiri dan modern adalah pertanian berbasis teknologi dengan kekuatan utama artificial intelligence yang selalu didukung dengan sistem mekanisasi yang kuat dan terstruktur dengan baik.

Terdapat 4 aspek yang perlu diperhatian dalam mengelola pertanian maju, mandiri dan modern. Aspek pertama, melakukan upaya untuk peningkatan produksi dan produktivitas melalui Gerakan nasional. Aspek kedua adalah menurunkan biaya pertanian menuju hingga berada di posisi rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.

Aspek ketiga adalah pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi. Dan aspek keempat adalah ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya serta penyediaan air (irigasi, embung, dan bangunan air lainnya).

Intinya naikkan produktiviitas, minimal 7%.dan turunkan losesdari 9-11% jadi maksimal 5%. “Kalian sudah lama bekerja di pertanian. Pasti tahu cara mengatasinya,” kata Syahrul menantang semua jajaran pertanian.

Banyak pernyataan pertanian rawan terhadap perubahan iklim, serangan hama penyakit, dan bencana. “Itulah sebabnya bapak ibu ada disini yaitu untuk mengatasi semua masalah ini,” katanya.

(Visited 328 times, 1 visits today)