8 December, 2016

Wadah baru bagi masyarakat petani kelapa sawit lahir kembali bernama Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade). Organisasi beranggotakan petani sawit ini lahir di Riau sebagai wadah perjuangan petani kelapa sawit di seluruh Indonesia pada 28 Oktober 2016 lalu.

Ketua Umum Samade Tolen Ketaren menuturkan, organisasi yang anggotanya petani sawit ini awalnya lahir melalui media sosial sebagai sarana tukar pendapat. “Berbagai persoalan yang sering menjadi pembicaraan anggota di antaranya masalah harga TBS, bibit palsu, pupuk palsu, dan banyak lagi,” ujarnya.

Samade muncul di media sosial pada 2015 lalu. Karena banyak anggota bergabung hingga mencapai 14 ribu petani, maka didirikannya organisasi petani sawit yang berbadan hukum dengan nama Samade. “Samade didirikan karena persoalan yang dihadapi petani sawit tidak tersalurkan,” tukas Tolen kepada Media Perkebunan.

Dikatakan, Samade merupakan wadah perjuangan masyarakat petani kelapa sawit untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya, wadah pemersatu petani kelapa sawit, wadah pemberdayaan petani kelapa sawit. Samade juga sebagai wadah pendidikan dan pembelajaran petani kelapa sawit, wadah pertukaran informasi tentang kelapa sawit, wadah komunikasi petani kelapa sawit dan wadah pemelihara serta pelestari lingkungan hidup. Selengkapnya baca di Majalah Media Perkebunan edisi Desember 2016

(Visited 275 times, 1 visits today)