14 March, 2017

Kinerja PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang agro industri, farmasi dan alat kesehatan dan perdagangan, distribusi, terus mencatat kemajuan berarti dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun buku 2016, RNI meraih kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 247 miliar. Nilai itu meningkat 258 persen dibanding 2015 yang mencatat laba sebesar Rp 69 miliar.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, kontribusi laba dari sektor industri gula sebesar Rp 98 miliar. Laba tersebut turun dibanding pencapaian 2015 yang tercatat laba sebesar Rp 209 miliar. “Sedangkan dari sektor farmasi dan lata kesehatan membukukan kontribusi laba setelah pajak sebesar Rp 108 miliar meningkat dari tahun 2015 yang berada di angka Rp 83 miliar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/3).

Adapun kontribusi laba sektor perdagangan berada di angka Rp 42 miliar meningkat dari tahun 2015 sebesar Rp 22 miliar. Peningkatan kinerja ketiga sektor tersebut mampu menutup pencapaian sektor perkebunan yang masih minus Rp 94 miliar.

Pada 2017, RNI menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 159 persen dibanding 2016. Belanja modal tersebut dipergunakan untuk pengembangan lini bisnis agroindustri, baik di lapangan maupun di luar lapangan dan industri farmasi. Pada 2016, nilai aset RNI meningkat sebesar 10,5 triliun atau 54 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,8 triliun. (YR)

(Visited 46 times, 1 visits today)