2022, 4 Mei
Share berita:

Jakarta, mediaprkebunan.id – Pasar Qatar adalah pasar yang sangat strategis, karena didukung infrastruktur perhubungan udara dan lautnya yang sangat baik, Qatar juga dapat menjadi pusat perdagangan hub bagi perlintasan orang dan barang, tak hanya di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat.

Produk pertanian Indonesia seperti hortikultura, rempah-rempah, produk unggas maupun perikanan serta produk makanan dan minuman masih memiliki peluang luas untuk dapat masuk dan ditingkatkan ke pasar Qatar.

Demikian disampaikan Dedi Djunaedi, selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian saat berbagi cerita tentang Pameran Pertanian Internasional Qatar (AgriteQ) tahun 2022 yang dilaksanakan pertengahan Maret lalu di Doha Exhibition & Convention Center.

CEO PT. Ince Jaya Mandiri, Ince Ikhsan Kamaludin, berkesempatan mewakili pelaku usaha binaan Ditjen. Perkebunan, Kementerian Pertanian untuk hadir menampilkan produk rempah-rempah khas Indonesia di Booth yang disediakan oleh KBRI Doha, Qatar.

“Moment pameran ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha produk perkebunan Indonesia untuk bertukar pengalaman, membranding, mengeksplorasi tren market dan perkembangan terkini serta memenangkan peluang bisnis sektor pertanian di pasar Qatar, utamanya produk rempah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terdapat potensi pasar rempah yang akan dikerjasamakan senilai USD 2,5 juta per tahun setelah pemeran ini, walaupun masih harus menghitung tingginya biaya logistik. Pada Paviliun Indonesia menampilkan berbagai komoditi dan produk pertanian dan peternakan Indonesia, seperti teh, kopi, olahan unggas, aneka rempah-rempah dan aneka produk akhir dari tanaman kelor. Paviliun Indonesia dalam pameran itu juga mempromosikan berbagai produk makanan dan minuman dari tujuh perusahaan dan dua asosiasi Indonesia.

Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain PT Haltraco Sarana Mulia, PT Ince Jaye Mandiri, PT Global Sekar Mandiri, Koperasi warga Indonesia di Qatar (KWIQ) dan Mitra Tani Farm. Hadir pula perwakilan dua asosiasi di Indonesia yang bergerak dalam upaya memajukan komoditi rempah-rempah dan tanaman kelor (moringa), yaitu Sustainable Spices Initiative (SSI) Indonesia dan Beyond Moringa Indonesia.

Pameran tersebut sebagai sarana untuk menginformasikan inovasi terbaru dalam teknik pertanian dan mengembangkan peta jalan industri pertanian untuk mencapai ketahanan pangan serta pembangunan pertanian berkelanjutan. Hingga kini masih diminati, terbukti dari dipadati peserta dari 43 Negara yang diikuti sebanyak kurang lebih 322 Perusahaan.

“Ini merupakan potensi pasar atau peluang kerjasama sangat besar, AgriteQ menawarkan peluang ideal bagi para pelaku usaha/ industri untuk membranding berbagai peralatan, teknologi, dan produk pertanian, serta bertemu dengan para buyer dan pemangku pemerintah Qatar dan dari berbagai belahan dunia agar mendapatkan wawasan dan peluang pasar yang berharga, dan belajar tentang market intellegent produk pertanian terbaik di kawasan Timur Tengah,” jelas Dedi.

Pameran ini, Lanjut Dedi, selain dari sektor pertanian juga sebagai ajang memberikan kesempatan kepada semua sektor pemerintah di berbagai negara, untuk memamerkan teknologi dan solusi terbaru yang melayani kelestarian lingkungan di bidang energi alternatif, konservasi energi konstruksi, teknologi industri yang mengurangi bahan baku produk, teknik daur ulang, teknologi penjatahan air dan bidang kelestarian lingkungan lainnya.

Pameran AgriteQ dan EnviroteQ 2022 yang dibuka oleh Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Qatar, Sheikh Khalid bin Khalifa bin Abdulaziz Al Thani, berlangsung hingga 5 hari dari 10-14 Maret 2022 di Doha Exhibiton and Convention Center (DECC).