26 December, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berencana bakal melakukan pungutan ekspor sawit mulai 1 Januari 2020. Hal ini menyusul harga CPO mengalami kenaikan. Meski begitu BPDP masih menunggu harga referensi yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestomi mengatakan, penghimpunan dana sawit selama 2019 tidak dipungut atau di nol kan. Karena harga CPO di pasar global di bawah harga referensi.

‚ÄúTadi juga rapat di Kantor Menko (Menko Perekonomian) tadi sesuai Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) yang terakhir. Mulai 1 Januari harusnya kita sudah mulai menghimpun dana lagi,” ujar Dono di Jakarta.

Pemerintah menetapkan jika harga CPO yang berlaku di atas US$ 619 per ton maka diberlakukan pungutan ekspor sawit sebesar USD 50 per ton. Sebaliknya jika harga di bawah USD 619 dan di atas USD 570 per ton, pungutan ekspor yang dikenakan hanya separuhnya, atau USD 25 per ton.

Dono mengatakan, Kemendag biasanya mengeluarkan referensi tarif di kisaran tanggal 20 tiap bulannya. ” Biasanya angka referensi dari Kemendag itu keluarnya sekitar tanggal 20 kalau nggak salah, tanggal 20 nanti berapa (tarif) yang 1 Januari,” ungkapnya. (YR)

(Visited 31 times, 1 visits today)