12 January, 2017

Sepanjang 2016, program B20 biodiesel telah memberikan manfaat besar dalam menekan greenhouse gas emissions (GHS) sekitar 4,49 juta ton Co2e. Utilisasi bahan bakar nabati berbasis produk dalam negeri sebesar 45,5 barrel per hari dan telah menciptakan nilai tambah industri Rp 4,4 triliun.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kelapa sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan, selama 2016, program B20 dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan dukungan dana sawit telah menyerap 2,7 juta kilo liter (KL) biodiesel sawit. Penyerapan itu lebih besar dari target 2016 sebesar 2,5 juta KL.

Selain itu, BPDP menargetkan perolehan dana pungutan ekspor crude palm oil (CPO Fund) 2017 ini sebesar Rp 10,3 triliun., Traget tersebut lebih rendah dibandingkan pencapaian pada 2016 senilai Rp 11,7 triliun atau melebihi target sebesar Rp 11 triliun.

Bayu menuturkan, penurunan pungutan dana tersebut karena harga CPO tahun ini diprediksi mulai ada penurunan. Produksi minyak kelapa sawit juga kembali normal setelah produksi tahun lalu yang anjlok akibat El Nino.

Meski begitu, BPDP masih memiliki saldo kewajiban dan cadangan dana yang tersisa pada tahun 2016 sebesar Rp 5,7 triliun. “Jadi, di akhir tahun 2017, BPDP dapat memiliki total pendapatan dan tambahan dana cadangan sebesar Rp 16 triliun,” ujar Bayu. (YR)

(Visited 67 times, 1 visits today)