2022, 3 Maret
Share berita:

Bekasi, Mediaperkebunan.id

Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi telah menyelenggarakan Seminar Nasional yang dilakukan secara daring pada hari selasa, 1 Maret 2022. Seminar ini dihadiri dosen, mahasiswa, praktisi, peneliti, dan masyarakat umum dari berbagai generasi. Seminar yang diikuti lebih dari 400 peserta ini mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Black Campaign Kelapa Sawit”. Untuk membahas tema tersebut, hadir sebagai narasumber Dr. Edwin Syahputra Lubis, M.Agr.Sc (Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit – PPKS) dan Achmad Maulizal Sutawijaya (Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan – BPDPKS).

Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Ir. St. Nugroho Kristono, M.T. dalam sambutannya menyampaikan bahwa generasi muda merupakan harapan bagi perkembangan kelapa sawit Indonesia. Melengkapi sesi sambutan, Ketua yayasan Mayjen TNI (Purn) Dr. Djanadi Bimo Prakoso, M.P.A., M.Sc. mendukung seluruh pihak untuk terus bekerja keras dan bersama-sama membangun sektor perkebunan kelapa sawit agar menjadi lebih baik lagi.

Melalui materi yang disampaikan para narasumber, peserta seminar mendapatkan wawasan yang lebih besar mengenai bentuk-bentuk black campaign kelapa sawit yang beredar ditingkat nasional maupun internasional. Narasumber juga menyampaikan klarifikasi untuk mematahkan anggapan miring tersebut berdasarkan data dan fakta yang ada dilapangan.

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Edwin, bahwa selama ini perkebunan kelapa sawit dianggap sebagai penyebab utama deforestasi di Indonesia, padahal sejak 2012 deforestasi untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit terus menurun. Bahkan berdasarkan data dari CIRAD diketahui bahwa laju deforestasi menurun seiring dengan peningkatan luas perkebunan kelapa sawit, sehingga kelapa sawit bukan penyebab utama deforestasi di Indonesia.

Masih mengenai isu global kelapa sawit, Mauli dari BPDPKS memberikan gambaran perkembangan dan strategi yang digunakan pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan kelapa sawit. Dimana dari tahun 1990 hingga 2010 isu yang digunakan adalah degradasi lingkungan, polusi, orang utan, biodiversitas, isu gambut, dan kebakaran hutan. Disaat Indonesia memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawitnya, mereka menggunakan isu lainnya, yaitu tahun 2015 dengan stigma sawit menjadi penyebab utama deforestasi, petland clearing, isu kesehatan, dan palm oil labelling.

Kemudian, mulai tahun 2018 hingga 2021, kelapa sawit kembali dihubungkan dengan isu deforestasi dan pekerja dibawah umur. Selain itu, produk kelapa sawit juga terus terhambat pemasarannya, sebagai contoh yang terjadi di Uni Eropa yang mengeluarkan regulasi indirect land Use Change (ILUC) yang dapat mengancam upaya perluasan pemasaran produk kelapa sawit ke negara-negara Eropa.

Sebagaimana tema yang diangkat, seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lengkap mengenai dunia perkelapasawitan dan mengajak generasi muda khususnya generasi milenial (Gen X) dan generasi Z untuk berperan aktif dalam menangkal black campaign kelapa sawit dengan menunjukkan sejumlah fakta-fakta yang bersumber dari lembaga dan hasil riset yang dapat dipercaya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial serta publikasi di jurnal-jurnal ilmiah dan media massa.

Selain ikut serta dalam upaya menangkal black campaign, generasi muda khususnya mahasiswa juga diharapkan termotivasi untuk berinovasi dalam bidang teknologi budidaya, teknologi pascapanen, teknologi informasi dan komunikasi, manajerial, pengembangan SDM, dan kesepakatan social (Social Treaty) untuk perkebunan kelapa sawit Indonesia yang lebih baik.

Mengenai inovasi bidang kelapa sawit, PPKS terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang efisien dan berkelanjutan. Inovasi yang telah dihasilkan PPKS diantaranya yaitu monitoring penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit menggunakan kamera multispektral yang disematkan pada UAV, early warning system (EWS) digital hama dan penyakit melalui integrasi data penginderaan jauh dan WebGIS, estimasi rendemen minyak kelapa sawit menggunakan permodelan citra berbasis telepon pintar, pengembangan biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan, dan pengembangan aplikasi MySawit untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi perawatan sawit dan pembelian bibit sawit berkualitas.