2nd T-POMI
2024, 1 Maret
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id Sambu Group memberikan apresiasi untuk petani kelapa dari seluruh pelosok Inhil berupa kunjungan pabrik dan edukasi wisata budidaya kelapa pada tanggal 27-28 Februari 2024 di PT Riau Sakti United Plantations (PT RSUP)  yang berlokasi di Pulau Burung. Kegiatan Plant Tour 2024 ini masih dalam rangkaian ulang tahun Sambu Group yang ke-56 yang bertema “Bina Kolaborasi, Bersama Raih Prestasi”.

Plant Tour 2024 memberikan kesempatan kepada para petani untuk mengetahui proses produksi olahan kelapa di Sambu Group, mulai penerimaan kelapa hingga dikemas sampai siap konsumsi. Kesempatan untuk bertukar pikiran dengan team dari PT RSUP Divisi Perkebunan di kebun kelapa milik Sambu Group tentang budidaya kelapa yang baik, mulai dari pembibitan, penanganan hama, hingga panen juga diadakan Plant Tour 2024.

“Kegiatan ini merupakan wujud terima kasih Sambu Group kepada petani kelapa di Inhil. Sekaligus upaya untuk terus menjalin silaturahmi yang telah berjalan baik selama ini,” ujar Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif.

Bukan baru terjalin kemarin sore, Sambu Group dan petani kelapa memiliki hubungan jangka panjang dan berkelanjutan. Dukungan supply bahan baku kelapa terbaik bahkan sudah dikirimkan oleh petani di Indragiri Hilir sejak 1967, lebih dari 56 tahun yang lalu.

“Kami menyadari dukungan yang terus menerus dari petani kelapa membawa dampak positif bagi perkembangan perusahaan. Karena petani kelapa memasok lebih dari 90% kebutuhan bahan baku pabrik Sambu Group. Demikian juga sebaliknya, semoga kehadiran perusahaan Sambu Group di Inhil juga bisa dirasakan dan memberikan manfaat bagi petani kelapa, baik untuk kesejahteraan maupun nilai manfaat lainnya,” terang Dwianto Arif.

Kegiatan foto bersama peserta Plant Tour saat hari kedua, 28 Februari 2024
Sumber: Sambu Group

Camat Pulau Burung, Supriansyah Spi. MSi. dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi tuan rumah kegiatan Plant Tour 2024. ”Sebuah kebanggaan bagi kami di Pulau Burung mendapat kesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Apresiasi Petani Kelapa yang diadakan oleh Sambu Group. Pulau Burung sendiri selain memiliki kebun dan petani kelapa mandiri, juga merupakan area berlokasinya pabrik dan perkebunan PT Riau Sakti United Plantations Divisi Industri, yang merupakan bagian dari Sambu Group,” tutur Supriansyah.

Baca Juga:  Ini Dia Laporan BPDPKS 2019

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Sambu Group. Karena selama ini terus menerus memberikan perhatiannya bagi perkembangan ekosistem kelapa, baik di Pulau Burung, maupun di Indragiri Hilir. Termasuk perhatian Sambu Group untuk petani kelapa, dengan memberikan kesempatan kunjungan pabrik dan edukasi budidaya kelapa yang baik di perkebunan milik perusahaan. Tak banyak perusahaan di Inhil yang memiliki kepedulian ke petani kelapa seperti Sambu Group,” lanjut Supriansyah.

Peserta kegiatan Plant Tour 2024 pun ikut merasa sedang dan berharap kegiatan bermanfaat tersebut bisa diadakan secara rutin. “Kami sangat senang bisa menjadi peserta dalam kegiatan ini. Dan harapannya bisa menjadi agenda rutin dari Sambu Group. Sehingga semakin banyak petani kelapa yang mendapat manfaatnya,” jelas peserta Plant Tour 2024, Budianto yang merupakan perwakilan dari Sungai Piring, Inhil.

Kegiatan foto bersama peserta Plant Tour saat berkunjung kebun kelapa Sambu Group, 28 Februari 2024
Sumber: Sambu Group

“Kami selama ini selalu diperhatikan oleh Sambu Group. Bahkan dikala tak ada pihak lain yang membeli kelapa, Sambu Group masih mau menerima. Dan sekarang kami mendapat kesempatan berharga lagi. Bisa mengunjungi pabrik modern yang dimiliki Sambu Group. Sesuatu yang belum pernah terbayang sebelumnya,” lanjut Budianto.

Sejalan dengan yang diharapkan peserta, Dwianto Arif juga menyampaikan niat baik Sambu Group untuk terus mengawal keberlanjutan ekosistem kelapa di Inhil. “Semoga dengan adanya program ini semua pihak mendapatkan manfaat yang berharga dan menguatkan hubungan yang telah terjalin baik, terutama antara Sambu Group dengan petani kelapa. Dan bersama pemangku kepentingan kelapa lainnya, kita akan terus kawal keberlanjutan ekosistem kelapa di Inhil,” tutup Dwianto Arif.