T-POMI
2023, 1 Desember
Share berita:

Jambi, Mediaperkebunan.id

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat adalah penggunaan benih ilegitim. Pengetahuan dan akses petani ke sumber benih unggul legal bersertifikat masih sangat terbatas. Karena itu Ditjenbun minta produsen kecambah aktif melakukan sosialisasi ke petani untuk menggunakan benih unggul.

Salah satu forum untuk mengenalkan petani pada benih unggul adalah event  petani yaitu 3rd Indonesia Palm Oil Smallholder  Conference and Expo (IPOSC)  2023 di Jambi 28-29 November 2023 yang diselenggarakan POPSI  (Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia).  Dua Produsen Sumber Benih sangat peduli pada petani ikut serta dalam event ini yaitu PT Socfin Indonesia dan PT Tania Selatan (Wilmar Group).

Selama 2 hari,  400 orang petani  sawit seluruh Indonesia yang hadir sangat antusias sekali memenuhi stand dua produsen ini. Petani memanfaatkannya untuk bertanya seputar benih unggul , membandingkan dan pada akhirnya banyak yang memesan.

Petani sangat senang karena selama ini pengetahuan dan akses  mereka soal benih unggul terbatas . Hadirnya dua stand produsen yang peduli pada petani ini dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan memesan benih.

Agustiaman Purba dari Socfin Indonesia menyatakan bersyukur ikut dalam event ini. “Kehadiran kita pertama-tama untuk memberi edukasi pada petani. Kita selalu berupaya hadir dalam event-event petani. Antusiasme petani ternyata sangat luar biasa. Mereka banyak bertanya soal keunggulan benih unggul Socfin, bahkan kami sampai kewalahan menerima pesanan,” katanya.

Yasir Afran dari Tania Selatan menyatakan acara seperti ini memang sangat tepat untuk mensosialisasikan keunggulan benih unggul sawit Tania Selatan. Petani sangat ingin tahu keunggulan benih Tania Selatan untuk budidaya sawit mereka. Antusiasime mereka juga disertai pemesanan benih unggul.

Baca Juga:  Kementan Ekspor Cangkang Sawit dan Biji Pinang

Muhamat Yasir, petani dari Jambi menyatakan dengan hadirnya produsen pada event petani membuat kesadaran petani untuk menggunakan benih unggul lebih tinggi. Mereka membandingkan keunggulan benih dari masing-masing produsen.

“Petani menjadi tahu bahwa penggunaan benih unggul akan meningkatkan produksi sehingga pendapatan mereka akan ikut naik. Mereka sudah mulai sadar harus menggunakan benih unggul. Saya minta produsen benih dengan riset-riset mereka ikut mendampingi petani yang membeli benih,” katanya.