5 January, 2017

Petani perkebunan yang ingin melakukan tumpang sari sebaiknya menanam jagung. Tahun ini pemerintah mentargetkan tidak ada impor jagung untuk pakan ternak , dan perkebunan salah satu yang diandalkan. Hasil Sembiring, Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian menyatakan hal ini’
“Petani sebenarnya bisa menanam jagung atau pado gogo untuk tumpang sari. Produksi padi tahun ini naik karena ada perluasan lahan terutama di Jawa. Petani di Jawa lebih suka menanam padi, karena itu perluasan lahan jagung kita utamakan di luar Jawa, di lahan-lahan perkebunan di Sumatera dan Kalimantan,” katanya.
Tambahan lahan produksi jagung dari tahun 2016 perkebunan mencapai 300.000 ha. Dirjen Perkebunan minta alokasi di tambah,h tetapi target 1 juta ha dari lahan perkebunan bisa dicapai dulu baru nanti dipertimbangkan untuk ditambah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, M Syakir menyatakan pihaknya sudah menyiapkan teknologi untuk mendukung penanaman jagung di perkebunan. Teknologi itu adalah varietas jagung tahan naunangan, meskipun di bawah naungan masih mampu berproduksi tinggi.
Dirjen Perkebunan, Bambang, menyatakan tahun ini perkebunan masih konsentrasi ikut mensukseskan swasembada pangan dengan program menanam jagung di kebun kita. Targetnya adalah 1 juta ha dari target penanaman luas areal 3 juta ha.
Anggaran sepenuhnya berasal dari Ditjen Tanaman Pangan sehingga dinas-dinas yang membawahi perkebunan di daerah harus menjalin hubungan yang harmonis dengan dinas-dinas pertanian tanaman pangan. Kalau ini berhasil maka tahun 2018 Mentan berjanji akan fokus anggaran memperbaiki tanaman perkebunan

(Visited 389 times, 1 visits today)