10 November, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Agar penggunaan biodiesel dengan baik dan tidak terjadi resistensi kepada masyarakat maka harus dilakukan kampanye secara konsisten.

Pemikiran tersebut diungkapkan oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESM) Ignasius Jonan dalam acara Indonesia Biodiesels Leader Forum di Jakarta.

lebih lanjut, Jonan mencontohkan industri biodiesel dengan industri telekomunikasi. Dimana harga paket kuota data internet yang terus naik, tapi tidak ada pernah mengalami resistensi atau penolakan bila mengalami kenaikan harga.

“Jadi dalam hal ini harus ada kampanye secara konsisten dengan konten yang bagus kepada masyarakat,” saran Jonan didepan para pelaku industri biodiesel.

Atas dasar itulah, Jonan menghimbau, agar pelaku industri biodesel bisa menggandeng industri lainnnya yang memakai biodiesel sebagai bahan bakunya. Diantaranya yaitu industri otomotif, atau bila perlu melakukan kampanye bersama dengan pertamina selaku penyedianya.

“Industri biodiesel bisa mengajak pihak lainnya seperti Pertamina dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk membuat kampanye bersama,” ucap Jonan.

Harapannya, menurut Jonan, penggunaan biodiesel dari mulai B10, B20, B30, B50 hingga B100 bisa berjalan secara konsisten sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo.

Meski begitu, Indonesia harus berbangga diri karena jika dibandingkan dengan negara lain penggunaan biodiesel di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. “Di bidang biodiesel, Indonesia terdepan. Negara lain paling banter hanya 7 persen, Indonesia berani 20 persen (B20). Tahun depan bahkan naik lagi menjadi B30. Ini patut dibanggakan,” ungkap Jonan.

Disisi lain, Jonan menyarankan jika ada masalah pada penggunaan biodiesel maka pelaku usaha harus duduk bersama. Contohnya terkait kadar air yang perlu dijaga di bawah 500.“Kalau kadar airnya tinggi, memang bisa menimbulkan korosi. Tetapi kita sudah coba biodiesel, bagus-bagus saja,” papar Jonan.

Artinya, Jonan mengakui bahwa bahwa industri sawit nasional memiliki prospek cerah. Lantaran komoditas ini terbukti mumpuni digunakan sebagai campuran biodiesel. Apalagi, potensi penjualan mobil nasional cenderung stabil di angka 1,1 juta per tahun. Artinya, kebutuhan biodiesel bakal terus bertumbuh. “Setahun kita produksi 1,3-1,4 juta mobil. Yang 1,1 juta dijual di dalam negeri, sisanya sekitar 300 ribuan diekspor. Sedangkan impornya cuman 100 ribu unit,” pungkas Jonan. YIN

(Visited 23 times, 1 visits today)