26 January, 2017

Indonesia menjadi penyumbang terbesar produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan dari total volume minyak kelapa sawit yang bersertifikat RSPO. Hanya saja penyerapan minyak kelapa sawit berkelanjutan di dalam negeri masih tergolong minim karena permintaan konsumen di Indonesia masih rendah.

Hal tersebut dikatakan Direktur The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia Tiur Rumondang dalam peluncuran program “Youth Leader in Sustainability”di Jakarta, Selasa (24/1). Program pencarian duta kampanye Sustainability ini diadakan dengan kolaborasi bersama WWF-Indonesia, The Body Shop® dan SINAR MEADOW.

Tiur menyebutkan, Produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan yang telah mendapat sertifikat RSPO secara global saat ini mencapai 12.15 juta ton, atau 17% dari total produksi minyak kelapa sawit dunia. Indonesia menyumbang 58% produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan dari total volume minyak kelapa sawit yang bersertifikat RSPO.

Meski begitu, lanjut Rumondang, penyerapan minyak kelapa sawit berkelanjutan di dalam negeri masih tergolong minim karena permintaan konsumen di Indonesia masih rendah. Oleh karena itu dengan lebih banyaknya kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen yang didukung dengan peningkatan permintaan atas produk yang berbasis minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Rumondang mengatakan, minyak kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat populer digunakan dalam banyak produk konsumen seperti minyak goreng, margarin, cokelat, es krim, sabun, kosmetik dan bahan bakar untuk mobil serta pembangkit listrik. “Namun begitu belum banyak konsumen yang menyadari hal ini,” tukasnya.

Untuk itu adanya Duta “Youth Leader in Sustainability” diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang dampak positif bagi lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat atas praktek-praktek berkelanjutan dalam produksi minyak kelapa sawit. (YR)

(Visited 95 times, 1 visits today)