https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
29 June, 2021
Bagikan Berita

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Dalam upaya peningkatan produktivitas karet, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021 ini menargetkan peremajaan (replanting) perkebunan karet rakyat seluas 1.100 hektar (Ha) dari 168.000 Ha yang perlu diremajakan.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, DItjen Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widiarto, menyebutkan, saat ini luas arael tanaman karet sekitar 3,6 juta Ha dengan prduksi 3,7 juta ton. Sedangkan produksi karet nasional pada 2020 sebesar 2,884 juta ton. Sementara itu, produktivitas karet rata-rata nasional sebesar 1,01 ton/Ha.

Menurut Heru, jika sebagian tanaman karet yang sudah tua diremajakan produktivitas karet bisa mencapai 2 ton/Ha. Sedangkan produktivitas karet rakyat saat ini hanya sekitar 600 kilogram/Ha. “Untuk itu, tahun 2021 Ditjen Perkebunan menargetkan program peremajaan karet rakyat seluas 1.100 hektar,” katanya.

Dalam program peremajaan karet tahun ini, Kementan mendorong agar penanaman sela (tumpang sari) karet dengan jagung seperti di Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. “Hasil produksi jagung cukup bagus dan sudah panen,” ujar Heru.

Heru menyebutkan, peremajaan karet dengan tumpang sari jagung sudah dilakukan sejak tahun 2018 hingga 2021 seluas 900 Ha. “Paling besar di kabupaten Meeranti 100 ha,” ujar Heru.

Menurut Heru, program tumpang sari dapat mendukung ketahanan pangan nasional. “Kalau ini kita integrasikan dengan jagung sekitar 50-70 persen dari total perkebunn karet tua 168.000 hektar, maka ada sekitar 84.000 hektar kebun karet yang bisa kita manfaatkan untuk ditanami jagung,” jelasnya.

(Visited 56 times, 1 visits today)
Baca Juga  Pemerintah Harus Genjot Produksi Kakao