29 January, 2020

RSPO saat ini sudah menerbitkan sertfikat 6.429 sertifikat untuk petani swadya atau hanya 0,3% saja dari total sertifikat. Luas lahan yang bersertifikat RSPO mencapai 14.452,4 ha dengan CSPO (Certified Sustainable Palm Oil) 253.713,301 ton. “Masih jauh dibanding sertifikat untuk petani plasma,” kata Guntur C Prabowo, Small Holder Manager Program RSPO Indonesia.

Sedang untuk petani plasma, sertifikat yang sudah diterbitkan adalah 117.673 dengan luas 215.332 ha dan CSPO 3.897.176,03 ton.

Untuk menuju sertifikasi RSPO petani swadaya perlu dibantu baik oleh LSM, lembaga donor dan pembeli TBS (PKS penampung). Petani harus membentuk kelompok, mengikuti pelatihan (P & C, GAP, BMP), aspek legalitas dipenuhi (STDB, SPPL, SKT), biaya keanggotan ditanggung RSPO,pembiayaan initial audit. Pada fase ini petani masih tergantung pada pihak lain.

Setelah tersertifikasi kelompok petani diharapkan mandiri baik untuk pembiayaan surveilance audit dan biaya keanggotaan RSPO. Setelah tersertifikasi diharapkan produktivitas naik dan ada harga premium sehingga bisa mandiri.

Untuk mempercepat sertifikasi petani swadaya maka standar RSPO untuk petani swadaya dibuat tersendiri, P & C nya untuk standar baru kebun swadaya berbeda dengan P&C umum untuk perusahaan dan PKS termasuk basis pasokan mereka diantaranya petani plasma.

Prinsip 1 standar petani swadaya adalah mengoptimalkan produktivitas, efisiensi, dampak positif dan ketahanan (untuk kesejahteraan petani). Prinsip 2 legalitas, penghormatan terhadap hak atas tanah dan kesejahteraan masyarakat. Prinsip 3 penghormatan terhadap HAM, termasuk hak dan kondisi pekerja (untuk masyarakat). Prinsip 4 lindungi, lestarikan dan tingkatkan ekosistem dan lingkungan (untuk planet).

RSPO saat ini ikut mendukung pencapaian ISPO petani swadaya di Jambi yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tebo dan Sarolangun. Kerjasama antara Ditjenbun/Komisi ISPO; DPPTSP Tanjabar, Tebo dan Sarolangun; Disbun Jambi dan Yayasan Setara. Program pelatihan bagi 2.640 petani swadaya dengan luas 20.000 ha.

Sedang dukungan RSPO untuk petani swadaya bersertifikat RSPO adalah RSSF (RSPO Smallholder Suport Fund); pembentukan akademi petani kerjasama dengan Setara Jambi, SPKS, Apkasindo, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Fortasb, Asofa, Musim Mas, WRI, GIZ dan lain-lain. Pengembangan Pasar bekerjasama dengan Unilever, Henkei, Pepsi Co, Bayer, BASF, Johnson Johnson, L’Oreal dan lain-lain.

(Visited 83 times, 1 visits today)