15 April, 2020

Pandemi Covid-19 membuat negara-negara tujuan ekspor kopi Indonesia melakukan lock down. Akibatnya kafe, coffe shop, restoran tutup. Meskipun buka semua gerai penjual kopi ini hanya melayani pembelian dengan dibawa pulang dan tidak minum ditempat seperti biasanya. Penjualan yang jalan hanya untuk pasar ritel saja. Akibatnya permintaan kopi untuk ekspor turun.

“Mereka hanya menghabiskan stok yang ada saja. Kontrak pengiriman kopi yang sudah disepakati minta ditunda dulu pengapalannya. Bahkan ada yang sudah dikapalkan menuju negara tujuan ekspor diminta balik lagi ,” kata Saimi Saleh, Presdir PT Indokom Citra Persada, eksportir kopi, kepada Media Perkebunan.id.

Pembeli minta negoisasi ulang harga yang telah disepakati sebelumnya. Mereka minta penurunan harga antara 30-40% untuk pengapalan ketika situasi sudah pulih. Beberapa pembeli terutama dari negara Asia sudah melakukan ini. Setelah reda mereka minta penurunan harga dan volume ekspor.

Di dalam negeri sendiri karena PSBB maka banyak kafe, restoran yang hanya melayani pembelian antar dan dibawa pulang. Permintaan juga ikut turun. Pasar ritel juga turun karena dengan kondisi sekarang penghasilan masyarakat turun. Mereka mempriotaskan kebutuhan pokok dulu dan tidak membeli kopi premium.

Hal ini berimbas pada pengolah kopi dan eksportir seperti Indokom. Saat ini digudang masih ada stok kopi produksi 2019 yang akan dijual pada tahun 2020 ini. Untuk panen 2020 Saimi sudah minta pada petani supaya mereka jangan jual dulu, lebih baik disimpan menunggu harga naik.

“Buat apa menjual kopi pada saat harga sedang murah seperti ini. Petani juga tidak mau kalau harganya murah. Tetapi disisi lain mereka terdesak kebutuhan,” katanya.

Saimi memperkirakan panen kopi tahun 2020 ini tidak akan banyak yang terbeli sehingga akan menumpuk di gudang petani dan eksportir. Pandemi Covid-19 ini merupakan hal yang baru yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga nanti akan seperti apa sama sekali belum ada yang tahu.

“Setelah pandemi ini berakhir kita tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya. Bisa saja panen kopi tahun 2020 masih menumpuk nanti tahun 2021 sudah panen lagi sehingga dunia akan kelebihan stok,” katanya.

(Visited 34 times, 1 visits today)