6 April, 2020

Alokasi Gula Kristal Rafinasi (GKR) untuk memenuhi kebutuhan Gula Kristal Putih (GKP) bagi kebutuhan rumah tangga, terutama pada masa pandemi Covid 19 ini dan memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri tidak berarti Kepres 57 tahun 2004 yang mengatur pasar gula sudah tidak berlaku.

“Saat ini harga gula di pasar-pasar modern memang masih sesuai HET yaitu Rp12.500/kg tetapi di pasar-pasar tradisional dan warung-warung sudah mencapai Rp17.500-18.500/kg. Penyebabnya stok GKP memang tidak besar dan musim giling belum mulai,” kata Darto Wahab dari Kemenko Perekonomian kepada Mediaperkebunan.id.

Dalam kondisi seperti ini maka Menteri Koordinator Perekonomian mengambil kebijakan untuk melindungi masyarakat bawah , meningkatkan daya beli serta menyediakan pangan terjangkau ke publik yaitu untuk sementara bahan baku Gula Kristal Mentah (GKM) jatah Gula Kristal Rafinasi dipinjam untuk Gula Kristal Putih.

“Pemerintah sudah mengalokasikan impor GKM untuk GKP dari India tetapi belum bisa direalisasikan karena negara ini menerapkan lockdown penuh 21 hari. Padahal stok gula di masyarakat terus berkurang dan harga juga naik terus. GKM yang sudah masuk baru untuk GKR maka kita pinjam dulu untuk jadi GKP,” katanya.

Pemerintah juga sudah melakukan operasi pasar untuk gula pasir. Penyediaan gula dari ex-Dumai sebanyak 20.000 ton, ex-Lampung sebanyak 33.000 ton, dan ex-industri rafinasi sebanyak 250.000 ton.

Secara terpisah, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menjamin stok gula kebutuhan masyarakat aman hingga Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurutnya kelangkaan gula yang terjadi akhir – akhir ini diindikasikan karena adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar, kelangkaan ditengah pandemi Corona 19 saat ini juga mengakibatkan panic buying masyarakat disejumlah daerah. Untuk itu ia meminta sejumlah pabrik gula di Indonesia untuk membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusiannya hingga ke masyarakat.

“Kita lakukan berbagai cara termasuk salah satunya mengajak pabrik gula rafinasi ini untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat, kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standard Rp. 12.500,-“ tegas Syahrul.

Ia mengaku pihaknya akan terus memantau pendistribusian pangan, meski ada tantangan terkait pandemi covid – 19 saat ini, dirinya berharap seluruh pihak termasuk dari kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung dan memastikan agar tidak ada hambatan bagi pendistribusian pangan termasuk gula ke berbagai daerah.

Keyakinannya akan ketersediaan gula yang mencukupi hingga jelang Ramadhan dan Idul Fitri juga didukung dengan adanya prediksi panen petani tebu disejumlah wilayah, panen ini diprediksi akan terjadi sepanjang Bulan Mei dan Juni mendatang.

“Kami yakin stok aman, kita punya persiapan 250.000 ton gula dari pabrik – pabrik yang ada, ditambah gula impor yang masuk hingga 150.000 ton dan nanti Juni dari petani kita akan ada panen jumlahnya sekitar 500.000 ton sampai dengan 600.000 ton” beber Syahrul.

Direktur Tene Group, Yanuar Samron, mengaku siap mendukung pemerintah dalam menyediakan gula kristal putih untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Ia mengaku pihaknya selama dua hari ini telah memproduksi gula kristal putih konsumsi untuk didistribusikan ke pasar-pasar.

“Indonesia punya 9 pabrik gula rafinasi di Pulau Jawa, dan 2 diluar Jawa (1 di Makassar, kemudian 1 lagi di Lampung) disini PT. Permata Dunia Sukses Utama ditunjuk untuk siapkan 30.000 ton gula kristal putih konsumsi untuk kebutuhan Jawa, Bali dan Sumatera dan sudah siap sekitar 25.000 ton, kemudian yang di Makassar kami diminta siapkan 30.000 ton juga dan sudah siap sekitar 20.000 ton untuk kebutuhan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua” ungkapnya.

(Visited 249 times, 1 visits today)