28 February, 2020

Jakarta,mediaperkebunan.id – Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO) periode 2019-2020 siap membantu pemerintah dalam membenahi harga kopi guna mengerakkan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo melaksanakan kunjungan untuk melakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan kopi di London, Inggris pada 22—24 Februari 2020.

Dalam kunjungannya ke Kantor Pusat Organisasi Kopi Internasional, Dirjen PPI didampingi Pejabat KBRI London. Sebagai Ketua Dewan Kopi Internasional, Dirjen PPI bertemu dengan Direktur Eksekutif/DE ICO, Jose Sette, untuk membahas agenda Pertemuan Dewan Kopi Internasional ke-126 yang akan dilaksanakan pada 27 April—1 Mei 2020 di London.

Sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia, DE ICO mengapresiasi, mendukung, dan mengharapkan peran keketuaan Indonesia dalam ICO.

“ICO penting bagi Indonesia dan dalam pertemuan dewan yang akan dilaksanakan dua kali pada tahun ini, kami ingin memastikan relevansi ICO dalam mengatasi rendahnya harga dan keberlanjutan kopi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi produsen (petani) dan konsumen kopi global,” ungkap Iman.

Selain itu, dalam rangka mengakomodasi isu-isu terkini kopi global, juga akan dibahas mengenai revisi International Coffee Agreement (yang akan habis masa berlakunya pada 2 Februari 2021) diantaranya untuk lebih mengoptimalkan peran dan kemitraan dengan sektor swasta.

Krisis harga kopi global yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir menurunkan pendapatan petani karena tidak cukup memenuhi biaya produksi yang tinggi. Situasi ini diperparah dengan kondisi perubahan iklim yang juga mengganggu produksi.

“Sebagai Ketua Dewan, kami akan menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang menggerakkan roda ekonomi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, melalui penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Hal ini sangat terkait dengan pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang harus ditopang secara berimbang oleh tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan,” kata Iman.

menurut Iman, “untuk mengatasi rendahnya harga kopi, ICO telah membentuk suatu Gugus Tugas kolaborasi antara pemerintah dan swasta.”

(Visited 12 times, 1 visits today)