1 October, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit harus tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan pandemik Covid-19. Karena walaupun sudah tersedia vaksin. Namun virus Corona masih bisa bertahan sampai sekitar lima tahun lagi.

Demikian dikatakan Epidemolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, dalam diskusi virtual, Selasa (30/9). “Selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, hal yang sangat perlu dilakukan para pelaku usaha sawit dalam mencegah penularan Covid-19 di wilayah masing-masing,” tukasnya.

Pandu menekankan, pelaku sawit harus mengidentifikasi resiko tinggi dan mengelolanya dalam sistim manajemen modern. Selalu yang paling tinggi resikonya adalah kontak orang dan kerumunan orang,” tegasnya.

“Kalau kontak antar manusia ini bisa dikelola dengan penerapan ketat dan disiplin protokol kesehatan dalam sistim manajemen modern, saya yakin semuanya bisa terbebas dari penularan Covid-19,” ujar Pandu dalam Ngobrol Bareng Gapki sesi-10 dengan tema “Kiat-kiat pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di perkebunan sawit.

Pandu mengingatkan, kasus Covid-19 itu tinggi akibat faktor kerumunan atau kontak antar manusia yang tidak terkelola dengan baik. Kerumunan atau kontak antar manusia itu harus dibatasi benar-benar, sehingga hanya yang sangat penting saja diperbolehkan.

“Mungkin bila perlu harus diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro di wilayah operasi perkebunan. Dari seluruh karyawan itu, harus diidentifikasi siapa saja yang paling beresiko tinggi,” jelas Pandu.

Artinya siapa saja yang harus terlibat dalam kontak orang atau harus memasuki kerumunan, misalnya pasar, tempat ibadah, warung makan yang semuanya diluar kontrol perusahaan. Biasanya orang-orang dalam resiko tinggi seperti itu kurang lebih antara 5.0 sampai 10 persen dari jumlah total karyawan.

Menurut Pandu, orang-orang yang high risk ini harus menjadi prioritas utama dalam usaha pencegahan penularan pandemic tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono, yang membuka ngobrol bareng tersebut, dalam kesempatan itu juga mengingatkan para pelaku usaha pekerbunan sawit agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar senantimenasa terhindar dari penularan Covid-19.

Menurut Joko, sampai sekarang perkebunan kelapa sawit masih tetap bisa beroperasi karena tetap disiplin dalam menerapkan protocol kesehatan. Hendaknya semua tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan agar senantiasa terhindar dari Covid-19.

“Kalau sampai tertular, resikonya akan besar terhadap produktivitas perusahaan kita dan juga bagi semua karyawan kita dan keluarga mereka,” kata Joko.

Diskusi virtual yang dimoderatori Mukti Sardjono, juga dihadiri Eko P. Wibisono, EVP Human Capital & HO Support PT Astra Agro Lestari Tbk dan Anton Asmara, direktur pabrik kelapa sawit PT Hindoli, anak usaha Cargill. (YR)

(Visited 12 times, 1 visits today)