Petrokimia Gresik
6 September, 2016
Bagikan Berita

Pasar gula dunia terdistorsi sebab harga gula dunia jauh lebih rendah dari biaya produksi di negara-negara eksportir. Tahun 2014 harga gula dunia USD 0,32/kg sedang biaya produksi di India USD 0,35/kg, Thailand USD0,36/kg dan Brasil USD0,44/kg. Trianantri, Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia menyatakan hal ini.

“Hal ini menunjukkan di negara tersebut ada perlindungan bagi petaninya (farmer suport). Pasar gula yang terdistorsi menunjukkan jauh dari pasar kompetitif yang mencerminkan kelangkaan sumber daya,” katanya.

Tahun 2014 harga gula internasional USD0,16/lb) jauh lebih rendah ketimbang harga domestik di masing-masing negara. Ini menunjukkan bahwa banyak negara melindungi kepentingan petaninya meskipun di negara pengekspor seperti Brasil dan Thailand.

Negara eksportir utama gula saat ini adalah Brasil yang tahun 2015/2016 ekspornya mencapai 24,4 MT, Thailand 8,3 MT dan Australia 3,7 MT.Sedang importir utama dunia adalah China, Indonesia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Malaysia, Korea Selatan, Aljazair dan Nigeria. Indonesia merupakan importir gula terbesar kedua di dunia.

Indonesia merupakan pasar utama gula dari Thailand. Sekitar 24% gula Thailand di ekspor ke Indonesia, sisanya 10% ke Jepang dan China, 9% Malaysia, 7% Kamboja dan Korea Selatan, 5% Taiwan dan Sudan. Sisanya 25% ke negara-negara lain. S

(Visited 152 times, 1 visits today)
Baca Juga  Kelapa Sawit Didiskriminasi, Kemendag Gugat UE