10 January, 2020

JAKARTA, Perkebunannews.com – Papua Barat menargetkan program peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun 2020 ini sebesar 1500 hektar (Ha). Saat ini rekomendasi teknis (Rekomtek) yang telah disetujui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebanyak 344,5 Ha.

Kepala Bidang Produksi Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Heri Benediktus menyebutkan, target PSR di Papua Barat total sebesar 5000 Ha. “Per Desember 2019 kami sudah ajukan Rekomtek ke BPDP sebanyak 150 Ha. Sedangkan Rekomtek yang sudah disetujui 344,5 Ha. Jadi total 500 Ha,” ujarnya kepada Perkebunannews.com.

Heri mengakui, pihaknya masih menghadapi beberapa kesulitan dalam melaksanakan PSR. Kesulitan itu antara lain tidak mudahnya mencari perusahaan pendamping atau mitra dan infrastruktur yang belum memadai.

Secara umum luas perkebunan sawit di Papua Barat kini mencapai 58 ribu Ha. Sedangkan lahan yang sudah memiliki ijin pelepasan kawasan hutan sebanyak 400 ribu Ha.

Selain itu, Heri mengaku, pihaknya juga masih menghadapi kendala dalam pengembangan kelapa sawit, seperti perusahaan perkebunan yang belum melaksanakan pembangunan kebun plasma sesuai Peraturan Menteri Pertanian. Demikian juga pelaksanaan sertifikasi ISPO.

Kendala teknis juga masih dihadapi Dinas dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. “Karena itu kami berharap sekali ada pertemuan teknis yang membahas budidaya kelapa sawit di daerah kami,” harap Heri

Pemerintah Provinsi sendiri sudah meminta keseriusan perusahaan perkebunan dalam pengembangan sawit. Jika tidak ada keseriusan, maka lahan tersebut akan dikembalikan seusai dengan fungsi awalnya.(HP/YR)

(Visited 28 times, 1 visits today)