28 May, 2020

Jakarta, Mediaperkebunan.id

Dampak dari pandemi Covid -19 bagi PT Riset Perkebunan Nusantara adalah pada kegiatan pelayanan jasa yang diindikasikan mengalami penurunan yang cukup siginifikan. Aktivitas pendampingan di kebun yang memerlukan karyawan RPN terjun ke lapangan terkendala pembatasan bepergian oleh pemerintah setempat.

“Jangankan pergi ke kebun, mau pergi ke luar daerah saja sudah susah, selain itu perkebunan mitra juga sedang dalam pembatasan sehingga tidak menerima tamu dari luar.” Kata Erwinsyah, Corporate Secretary PT RPN pada Mediaperkebunan.id.

Namun jasa pengujian di laboratorium tetap berjalan, karena sample masih bisa dikirim dari kebun, meskipun jumlahnya menurun. Pelaksanaanya dengan tetap memperhatikan pedoman pencegahan penyebaran virus corona, misalnya dengan memakai masker, penyediakan hand-sanitizer dan menerapkan social distancing dengan mengatur kehadiran karyawan di laboratorium dengan ketat.

PT RPN dengan core bisnisnya perkebunan harus tetap berjalan dalam kondisi pandemi ini. Kebun-kebun milik PT RPN juga harus tetap berproduksi dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan. “Sejak awal penyebaran covid-19 RPN tetap konsisten terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan, baik secara internal maupun eksternal, di lingkup kantor direksi dan pusat penelitian,” katanya.

Khusus untuk Puslit yang mengembangkan program riset terkait obat Covid-19 seperti Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri di Bogor, PPKS di Medan dan PPK Sembawa mendapatkan dispensasi untuk tetap beroperasi dari Kementerian Perindustrian.

RPN secara berkelanjutan melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan merujuk pada peraturan pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan dan khususnya arahan dari Kementerian BUMN dan Holding PTPN Grup. Sedang Puslit dibawah RPN yang tersebar di berbagai daerah , mulai dari Medan (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, PPKS), Sumsel (Pusat Penelitian Karet Sembawa),Kalbar (PPKS Parindu), Bandung (Pusat Penelitian Teh dan Kina,PPTK), Pasuruan (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, P3GI) dan Jember (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia,PKKI) juga harus mengikuti ketetapan di daerah masing-masing. Kantor Direksi yg berlokasi di Bogor mengacu ke Pemda Kota Bogor dengan penyesuaikan peraturan (PSBB) di wilayah Jakarta (Jabodetabek).

Di Kantor Direksi sendiri karena Bogor menerapkan PSBB maka dilakukan bekerja di rumah (work from home/WFH). Karyawan diminta melaksanakan pekerjaan dari rumah dan selama 8 jam harus membagikan posisinya (share live location) ke kepada divisinya masing-masing.

Rapat direksi, kepala divisi dan direktur puslit sekarang dilaksanakan lewat video conference. “Cara ini cukup efektif dan kemungkinan ini akan jadi normal baru dalam masa mendatang. Direksi Pusllit tidak perlu datang ke Bogor untuk rapat, cukup lewat video conference” katanya.

Dampak lain dari pandemi ini adalah perekonomian terganggu baik bagi karyawan RPN atau masyarakat. Untuk itu RPN menyaluran bantuan baik ke karyawan maupun masyarakat sekitar kandir dan puslit dengan melibatkan Serikat Pekerja. Menjelang hari raya, RPN menerapkan Direksi dan Dewan Komisaris tidak menerima THR. Dana THR tersebut disalurkan untuk program peduli dan tanggap darurat Covid-19, baik di lingkungan kantor yaitu karyawan golongan 1 dan 2, maupun tempat tinggal para Direksi dan Dewan Komisaris.

(Visited 67 times, 1 visits today)