13 April, 2020

Dalam pandemi Covid 19 sarung tangan karet medis merupakan salah satu APD (Alat Pengaman Diri) yang diperlukan oleh tenaga medis. Permintaan sarung tangan karet medis saat ini meningkat. Masalah yang dihadapi produsen sarung tangan karet medis selama ini adalah batas kontrak gas yang tidak mencukupi sehingga produksi tidak optimal.

“Untuk memenuhi kebutuhan sarung tangan karet medis, saat ini PT PGN menbantu penuhi kebutuhan gas pabrik. Mesin-mesin yang selama ini tidak berjalan sekarang difungsikan karena kebutuhan gas bisa dicukupi,” kata Gentho Sumarto, Dirut PT Arista Latindo dalam perbincangan dengan Mediaperkebunan.id.

Dengan berjalannya semua mesin maka kebutuhan sarung tangan karet medis untuk Indonesia sudah bisa dipenuhi oleh PT Arista Latindo dan pabrik sarung tangan lainnya. Karena pasokan di dalam negeri tidak langka seperti halnya masker ,maka sarung tangan karet ini juga diekspor.

Setiap bulan produksi PT Arista Latindo adalah 200 juta pieces. Bahan baku bukan lateks karet alam karena produksi Indonesia hanya sedikit. Bahan baku yang digunakan adalah lateks sintetis impor. Dari sisi bahan baku tidak ada masalah sehingga produksi terus berjalan.

Harga sarung tangan karet juga masih normal tidak dinaikkan gara-gara permintaan tinggi. “Harga jual kita ikuti harga bahan baku saja. Kalau harga bahan bakunya naik maka harganya kita naikkan, kalau tidak harga tetap,” kata Gentho lagi.

Meskipun permintaan meningkat tetapi PT Arista belum ada rencana untuk menambah kapasitas produksi. Produksi sekarang masih mampu memenuhi kebutuhan, bila menambah kapasitas produksi perlu investasi besar dan untuk instalasi mesin saja perlu waktu 8-9 bulan.

(Visited 143 times, 1 visits today)