16 May, 2020

Jakarta, mediaperkebunan.id – Simbiosis mutualisme, itulah yang terjadi pada tanaman yang telah diberikan Mycorrhiza. Tanaman tumbuh sehat berkat akar yang diberi Mycorrhiza dan Mycorrhiza hidup tumbuh berkembang disekitar akar yang sehat tersebut.

Hal tersebut diutarakan oleh DR Maria Viva Rini peneliti asal Universitas Lampung dalam Diskusi Sawit Webinar Online #1 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan.

Lebih lanjut menurut penelitiannya, Maria mengemukaan bahwa Mycorrhiza juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan unsur hara, terutama fosfat, dengan cara mengeluarkan enzimfosfatase dan asam-asam organik, khususnya oksalat yang dapat membantu membebaskan fosfat yang terjerap dalam tanah.

“Pada dasarnya Mycorrhiza dapat membantu mengatasi masalah ketersediaan fosfat melalui dua cara, pengaruh langsung melalui jalinan hifa eksternal yang diproduksinya secara intensif sehingga tanaman ber-Mycorrhiza akan mampu meningkatkan kapasitasnya dalam menyerap unsur hara dan air dan pengaruh tidak langsung, dimana mikoriza dapat memodifikasi fisiologis akar sehingga dapat mengeksresikan asam-asam organik dan fosfataseasam ke dalam tanah,” papar Maria.

Artinya, Maria mengakui pentingnya penggunaan Mycorrhiza pada tanaman. Hal ini karena fungsi utama Mycorrhiza itu sendiri adalah meningkatkan penyerapan unsur hara. Umumnya akar hanya dapat menyerap unsur hara dalam bentuk yang tersedia lingkungan disekitar akar (rhyzosfer).

“Dengan adanya Mycorrhiza maka yang terdampak adalah seluruh ekosistem disekitar tanaman, dimana Mycorrhiza berperan dalam siklus hara, memperbaiki struktur tanah dan menyalurkan karbohidrat dari akar tanaman ke organisme tanah yang lain,” ungkap Maria.

Lebih dari itu, bahwa berdasrkan penelitiannya Mycorrhiza juga membantu tanaman menjadi lebih sehat sehinggga dapat membantu tanaman dalam menghindari penyakit akar. Sebab Mycorrhiza memacu produksi senyawa-senyawa antagonis patogen dan memacu produksi enzim tanaman yang berkaitan dengan pertahanan tanaman terhadap serangan pathogen sehingga akar tanaman menjadi lebih sehar dan otomatis terhindar dari penyakit.

Kemudian karena Mycorrhiza hidup di akar tanaman, maka akar tanaman yang berMycorrhiza,komposisi eksudat akar yang dihasilkan berubah yang sesuai untuk perkembangan mikroba-mikroba antagonis dan mikroba bermanfaat lainnya bagi tanaman, sehingga hal ini juga berperan dalam menyehatkan tanaman. Jadi, dengan ada Mycorrhizadi akar akan meningkatkan populasimikroba-mikroba yang akan melindungi akar.

“Dengan begitu akar akan memproteksi diri jika ada patogen yang dapat menyebabkan penyakit. Ini karena dengan adanya Mycorrhiza yang hidup di akar,” Maria.

Disisi lain, Maria pun mengakui dengan tumbuh sehatnya tanaman, maka tanaman dapat terhindar dari serangan Ganoderma. Artinya Mycorrhiza sangatlah sosok digunakan saat pembibitan, terlebih saat ini pemerintah sedang menggalakkan peremajaan. Harapannya dengan menggunakan Mycorrhiza maka tenaman akan tumbuh kembang dengan baik dan menghasilkan produktivitas secara maksimal dan terhindar dari ganoderma.

“Sehingga dengan menggunakan Mycorrhiza maka ganoderma terkendali, nutrisi terserap maksimal, pemupukan berkurang,” pungkas Maria.

Salah satu produk andalan dalam negeri Mycorrhiza yang ada saat ini yaitu MycoVir sebagai salah satu produk Fungi Mycorrhiza Arbuskular (FMA)

(Visited 106 times, 1 visits today)