25 February, 2020

PSR di kabupaten Musi Banyuasin saat ini sudah mencapai 12.322 ha dan sampai tahun 2023 ditargetkan 40.000 ha. Sukses di hulu ini harus diikuti oleh sukses di hilir. Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin menyatakan hal ini.

“ Dengan berbagai lobi akhirnya oleh Presiden Jokowi, Muba ditetapkan sebagai pilot project industri green fuel. Menggandeng Kemenristek/BPPT dan katalis merah putih ITB akan dibangun pabrik green fuel. Ini akan menjadi lompatan terbesar industri sawit nasional karena dari minyak sawit yaitu IVO dan CPO diubah jadi biohidrokarbon ,” katanya.

Proyeksi konsumsi minyak sawit untuk biohidrokarbon akan meningkat 4,1% rata-rata setiap tahun. Bio hidrokarbon yang jadi avtur titik bekunya sampai -700 C dibanding avtur fosil -400 C. Indeks premi RON akan meningkat hingga 102-105, indeks biodiesel hijau catane melalui 80, dua kali lipat dari diesel fosil.

Tahun 2020 akan mulai ground breaking pembangunan industri biohidrokarbon berbahan baku IVO dan CPO kerjasama ITB dan Pemda Musi Banyuasin dan diharapkan awal 2022 komisioning dan pabrik operasional.

PKS yang ada di Muba saat ini memproduksi CPO semua dan kedepan akan dibangun yang menghasilkan IVO (Industrial Vegetable Oil). IVO ini prosesnya lebih sederhana daripada CPO yaitu hanya penghilangan getah/gun dan logam, asam lemaknya bisa lebih tinggi, buah yang digunakan bisa yang kelewat matang sehingga grading tidak terlalu ketat seperti CPO, rendemennya lebih tinggi bisa 23-28% daripada CPO 20-22%. Pembangunan pabrik IVO dan CPO serta biohidrokarbon ini investornya adalah BUMN, KUD, BUMN dan swasta.

Studi kelayakan pembangunan pabrik IVO CPO tahun 2020 ini masuk dalam DED (Detailed Engineering Design) juga KUD dengan bantuan BPDPKS yang menjaring lembaga lain dari Amerika Serikat dalam hal membantu petani mulai menyiapkan dana investasi. Tahun 2021 baru pelaksanaannya.

Titik lokasi PKS ditetapkan satu unit di Kecamatan Sungai Lilin yang merupakan sentra tanaman sawit PSR seluas 4.446 ha yang sudah masuk TM dengan jarak tempuh pabrik dari kebun 5-10 km. PKS lainnya akan dibangun di sentra-sentra kelapa sawit PSR dan kebun swadaya yang selama ini belum memiliki off taker

(Visited 155 times, 1 visits today)