7 April, 2020

Saat ini Pandemi Covid 19 sudah melanda dunia dan menimbulkan banyak kematian. Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk pathogen tersebut. Ilmuan dari National Academy of Science & Technology-Philippines, Dr. Fabian M. Dayrit, RCh dan dari Spring Hill Neonatology, Inc. Florida, USA, Mary T. Newport, M.D., menyatakan bahwa Asam Laurat (C12) dan monolaurin sebagai derivatifnya telah diketahui bertahun-tahun memiliki kemampuan antivirus yang kuat.

Kedua ilmuan tersebut menyatakan bahwa Asam Laurat sebagai asam lemak rantai sedang terdapat dalam jumlah yang banyak, 50%, pada minyak kelapa. Setelah diserap oleh tubuh, asam laurat kemudian diubah menjadi monolaurin oleh enzyme yang dikandung oleh tubuh manusia itu sendiri. Selanjutnya dijelaskan bahwa Sodium lauryl sulfate atau yang dikenal juga sebagai sodium dodecyl sulfate yang dibuat dari asam laurat telah diketahui mengetahui sifat antivirus juga. Asam Capric (C10) dan monocaprin yang dikandung minyak kelapa juga telah terbukti dapat menghambat virus lain seperti HIV-1. Oleh sebab itu minyak kelapa berpotensi sebagai antivirus menekan nCoV yang sekarang ini menjadi perhatian dunia, kata Dayrit dan Mary menutup keterangannya.

Sebagian masyarakat Indonesia belum mengetahui bahwa selain potensial sebagai antivirus nCoV-2019, minyak kelapa dapat juga membuat ratio HDL-C (kolesterol baik) dan LDL-C (kolesterol jahat) pada taraf yang favorable pada tubuh. Minyak kelapa meningkatkan level HDL-C, kolesterol yang baik untuk kesehatan jantung, kata Dayrit dan Mary. Dayrit menyampaikan bahwa beberapa media hanya memberitakan bahwa minyak kelapa dapat meningkatkan level LDL-C, tetapi tidak memberitakan bahwa minyak kelapa dapat meningkatkan HDL-C yang baik bagi kesehatan, pada taraf yang lebih tinggi.

Dr. Jelfina Alouw, selaku peneliti Puslitbangbun, yang ditugaskan sebagai direktur eksekutif ICC (International Coconut Community), menyatakan bahwa masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi kelapa dan produk turunannya selama bertahun tahun, sehingga diharapkan kebiasaan ini terus dilanjutkan sehingga kita berpeluang tahan terhadap virus yang mematikan ini.

Seorang yang terkena Covid 19 , Tung Desem Waringin, mengaku membaik setelah mengkonsumsi VCO (Virgin Coconut Oil). VCO diminum ketika situasi sedang kritis yaitu menggigil jam 3 pagi, sejam setelahnya minum VCO 2 sendok makan. Setelah 2,5 jam mulai bereaksi dengan terus ke belakang. Setelah membaik, jam 10 minum 150 cc dan minum air 3,5 liter. Pencernaan lancar dan besoknya mengkonsumsi 5 sendok makan. Kondisi semakin membaik sehingga dokter menghentikan infus Actemra. Alasannya susah didapat lebih baik diberikan pada pasien yang lebih membutuhkan. Faktor lainnya adalah hati yang gembira.

Surat Kabar Manila Buletin mewartakan bahwa University Singapura mula menguji VCO sebagai antaidote terhadap Covid 19. Filipina juga sudah menguji VCO pada pasien Covid 19 di rumah sakit.

(Visited 188 times, 1 visits today)