25 January, 2018

Aceh Timur – PT Padang Palma Permai (PPP), anak usaha dari Minamas Plantation, melakukan penanaman perdana kebun kelapa sawit petani plasma seluas 720 hektar di Desa Gampong Cek Mbon, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (24/1). Penanaman kebun plasma itu merupakan yang pertama dilakukan perusahaan besar swasta di Aceh Timur.

Penanaman perdana sawit plasma dilakukan secara simbolik oleh Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul bin Syamaun bersama Presiden Direktur Minamas Plantation, Haryanto Tedjawidjaja. Hadir pada acara tersebut, jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur bersama dengan DPRK Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur, Dandim Langsa, Ulama, dan MUSPIKA lainnya.

Pola kemitraan dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit adalah pendampingan perusahaan dengan petani sawit, yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Pentagon. Pola kemitraan yang digunakan melalui KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota). KUD Pentagon sebagai wakil dari petani plasma koperasi menyerahkan pengelolaan dalam membiayai pembangunan perkebunan dan prasarana kepada PT PPP.

Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul mengatakan, dengan penanaman perdana ini diharapkan dapat menjadi salah satu awal bagi kemajuan pembangunan di bidang perkebunan yang tentunya membawa berkah dan harapan baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program yang diinisiatif oleh PT.PPP – Minamas Plantation ini, diharapkan juga akan menginspirasi perusahaan lainnya untuk melakukan program serupa.” ujarnya.

Presiden Direktur Minamas Plantation, Haryanto Tedjawidjaja menambahkan, “Sudah menjadi kewajiban Kami sebagai perusahaan perkebunan yang bertanggungjawab, untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah setempat, dalam operasional perusahaan sehari-hari.”

Hal ini juga sesuai dengan komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi terbaik dan kesejahteraan yang nyata kepada masyarakat di sekitar operasi perusahaan. “Kami harap, kerjasama yang erat antara perusahaan dan pemerintah kabupaten Aceh Timur ini, akan terus berlangsung di masa yang akan datang,” ujar Haryanto.

Hasil dari kerjasama ini, tambah Haryanto, kiranya dapat memberikan pengetahuan dan informasi dalam penerapan sustainable agriculture practice kepada para petani plasma. Sehingga diharapkan dapat menjawab keraguan berbagai pihak terkait kemampuan para petaniplasma dalam menerapkan praktik budidaya sawit lestari.

Selain di kabupaten Aceh Timur – Nanggroe Aceh Darussalam, Minamas juga telah melakukan program pendampingan kerjasama dengan petani plasma/KKPA lainnya di Kalimantan-Selatan, Kalimantan-Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Sulawesi Tengah. Dengan program pendampingan tersebut, diharapkan masyarakat sekitar akan memperoleh manfaat nyata dari keberadaan Perusahaan di wilayah mereka. YR

(Visited 290 times, 1 visits today)