Petrokimia Gresik
9 August, 2017
Bagikan Berita

Cegah kebakaran lahan dan hutan, Minamas Plantation kembali melaksanakan program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat. Bekerjasama dengan Universitas Jambi (UNJA), anak perusahaan Sime Derby ini membentuk ‘Desa Mandiri Cegah Api’ di beberapa wilayah sekitar operasional perusahaan di daerah Jambi.

PT Bahari Gembira Ria (PT BGR) yang merupakan anak perusahaan Minamas Plantation di Jambi, akan memberdayakan empat desa, yaitu Desa Gambut Jaya, Desa Sumber Agung, Desa Parit dan Desa Arang-arang. Desa-desa ini termasuk ke dalam daftar 731 desa yang dikeluarkan oleh pemerintah, sebagai area rawan kebakaran hutan dan lahan.

Program pencegahan kebakaran berbasis desa ini dikukuhkan melalui penandatanganan kerjasama PT BGR dengan UNJA, di Jambi, Rabu (9/8). Para peneliti dan ilmuwan dari Universitas Jambi akan berbagi pengetahuan dan keahlian dalam menemukan solusi tuntas penanggulangan bencana asap melalui pendekatan kemasyarakatan.

Head Plantation Operation Minamas Platation Roslin Azmy Hassan mengatakan, para peneliti dan team ahli akan hidup bersama-sama di tengah-tengah masyarakat dalam waktu enam bulan. “Masyarakat akan diberi pengetahuan mengenai ‘Sustainable Agriculture Management dan Zero Burning Technique (pembukaan lahan tanpa membakar/PLTB)” dengan harapan akan mengubah pola pikir masyarakat mengenai tata kelola lahan,” ujarnya.

Para akademisi akan melakukan kegiatan pendampingan dan hidup di tengah-tengah masyarakat, mengidentifikasi daerah rawan kebakaran dan faktor-faktor terjadinya pembakaran lahan setiap tahunnya. Diharapkan pada akhir program akan ditemukan pendekatan yang tepat sasaran dan dapat diterapkan sebagai solusi jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Program serupa juga sudah dilakukan Minamas di Riau dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Bersama Universitas Riau dan Universitas Lambung Mangkurat, Minamas telah membina 15 Desa di kedua provinsi itu sehingga tercapai zero-burning. keberhasilan itu mendorong Minamas Plantation untuk terus membina desa-desa lain, khususnya di sekitar operasional perusahaan. (YR)

(Visited 152 times, 1 visits today)
Baca Juga  Waktunya Ekspor, Afrika Barat Butuh Lada Hitam Skala Besar