10 November, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Mengembalikan kejayaan rempah Indonesia perlu regulasi yang memperkuat tujuan itu. Komoditi rempah yang ditangani berbagai instansi harus disatukan sehingga bisa fokus. Dewan Rempah Indonesia (DRI) berharap komoditi unggulan ini dikembangkan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Demikian dikatakan Ketua Umum DRI Gamal Nasir seusai pertemuan DRI bersama Ketua Komisi IV DPR RI Sudin di Jakarta, Selasa (10/11). “Pengembangan rempah saat ini ditangani banyak instansi, sehingga tidak fokus,” tukasnya.

Menurut Gamal, untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia perlu adanya regulasi yang mampu memperkuat. Pengembangan rempah jika dilakukan dari hulu hingga hilir akan mampu mendorong dan meningkatkan kesejahteraan petani serta berperan penting bagi kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Gamal mengatakan, rempah merupakan komoditas andalan dan strategis karena merupakan komoditas ekspor yang menghasilkan devisa negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya pun juga telah bicara mengenai pentingnya untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan, perlu adanya lobby yang kuat dalam memenangkan pasar, sehingga komoditas yang diekspor sesuai keinginan pasar. “Jadi bukan hanya ngotot saja, tapi komoditas yang dipasarkan sesuai kualitas yang dibutuhkan pasar,” ujarnya menanggapi usulan DRI.

Sudin menabahkan, usulan yang disampaikan DRI perlu dibuat kajian yang mendalam. Sesuai Undang-Undang Perkebunan keberadaan dewan-dewan komoditas diakomodir sebagai wadah untuk pengembangan komoditas perkebunan strategis tertentu bagi seluruh pemangku kepentingan perkebunan.

Dalam kesempatan itu, DRI melaporkan akan mengadakan Indonesian Spices Forum & Business Expo (ISFBE) yang diharapkan dapat dibuka Presiden Jokowi. Dengan acara ini diharapkan perhatian terhadap rempah semakin kuat. (YR)

(Visited 45 times, 1 visits today)