2022, 13 Maret
Share berita:

Jakarta, Mediaperkebunan.id

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia pemerintah Indonesia memiliki perhatian sangat tinggi terhadap kelapa sawit. Kelapa sawit yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan kebutuhan yang mendesak. Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan selaku Ketua Sekretariat Tim Pelaksana Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) dalam “Gender Equality Today for a Sustainable Tomorow, Menuju Perkelapasawitan Nasional yang Berkeadilan dan Berkelanjutan” yang dilaksanakan oleh UNDP-SPOI.

Dari 28 jenis pekerjaan di kebun kelapa sawit , 24 jenis dapat dikerjakan oleh perempuan, sedang sisanya adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan kerja otot atau fisik yang berat, seperti menebang pohon pada saat pembukaan lahan. Pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan cara mekanisasi membuka peluang perempuan menggantikan peran laki-laki misalnya sebagai operator traktor atau mandor.

Terdapat 4 program dan 8 kegiatan pada komponen D (Tata Kelola Perkebunan dan Penananganan Sengketa) dalam RAN KSB yang berkontribusi terhadap tujuan 5 pembangunan berkelanjutan yaitu keseteraan gender.

Program itu adalah :

D21 melakukan penanganan sengketa lahan perkebunan kelapa sawit di kawasan area penggunaan lain.

D22 penyesuaian status lahan usaha perkebunan kelapa sawit yang terindikasi dalam kawasan hutan.

D23 legalisasi lahan hasil penyelesaian status perkebunan yang terindikasi dalam kawasan hutan dan penyelesaian sengketa lahan

D24 pelaksanaan review regulasi ketenagakerjaan dan diseminasi terkait pengawasan atas pelaksanaan sistim K3 dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Persentase kesetaraan gender dalam RAN KSB mencapai 2,59%.

Perspektif gender dapat digunakan sebagai pintu masuk bagi percepatan pembangunan KSB, dengan memberikan dampak positif terhadap :

Aspek ekonomi : peningkatan produktivitas, perbaikan citra dan daya saing produk kelapa sawit, serta mendukung keberterimaan produk kelapa sawit di pasar internasional.

Aspek sosial : perbaikan angka indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan gender, indeks pemberdayaan gender dan tingkat partisipasi angkatan kerja.

Aspek lingkungan : peningkatan kualitas kelestarian keanekaragaman hayati karena mengikutsertakan informasi dan wilayah kelola perempuan dalam lanskap perkebunan kelapa sawit.